nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap! Lika-liku Hubungan Pangeran Charles dan William yang Penuh Drama

Abdul Razak, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 18:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 196 1986121 terungkap-lika-liku-hubungan-pangeran-charles-dan-william-yang-penuh-drama-fLf2zIlFkb.jpg Pangeran Charles dan William (Foto: Thelist)

PADA November 2018, Pangeran Charles mencapai usia yang ke 70 tahun. Ibu Charles tidak memiliki apa-apa selain hal-hal manis yang dia sampaikan di acara perayaan ulang tahun putranya.

“Selama 70 tahun,Philip dan saya telah melihat Charles menjadi anak yang berprestasi, seperti juara konservasi dan seni. Charles juga sudah menjadi seorang pemimpin amal yang hebat, dan menjadi seorang pewaris tahta yang dihormati.” puji Ratu Elizabeth II.

Charles mungkin memiliki hubungan yang rumit dengan orangtua, terutama ayahnya. Tetapi ketika Charles sendiri menjadi ayah bagi anak-anaknya, apakah Charles membesarkan anaknya secara berbeda? Inilah yang harus Anda ketahui tentang hubungan Charles dengan putranya, seperti dikutip Thelist, Senin (3/12/2018).

BACA JUGA:

Catat! 5 Destinasi Wisata Jepang yang Ramah Turis Muslim

Perpisahan orangtua

Pada tahun 1996, Putri Diana menyetujui adanya perceraian dalam pernikahan mereka. Menurut biografi Andrew Morton tentang mendiang, Putri Diana menggambarkan bahwa, bulan Februari sebagai bulan yang paling menyedihkan karena itu menjadi hari perpisahan bagi dirinya.

Sebelum perceraian,Diana dan Charles saling bertentangan tentang anak-anak mereka dan mempertanyakan hubungan antara Charles dengan Camila Parker. Dikutip dalam Diana: Her True Story mengatakan, “Dia adalah sosok ayah yang buruk dan ayah yang egois.”

Jurnalis Investigasi Inggris, Tom Bower menuduh bahwa, hubungan Charles dengan William dan Harry menjadi memanas selama proses perceraian. Tom juga menambahkan bahwa, “Charles percaya, Diana telah meracuni pikiran anak laki-lakinya tentang ayahnya.”

Hubungan semakin renggang

Pada tahun 2017, pada usia 69 tahun. Charles banyak memenuhi tugas kerajaan daripada keluarga. Dedikasi Charles untuk bekerja bukanlah hal yang baru dilakukan. Menurutnya pekerjaan adalah makanannya.

Meskipun dia selalu memastikan anak-anaknya dirawat dengan baik, tetapi hubungan ayah dan anak semakin jauh karena Charles terlalu sibuk dalam pekerjaan.

Sosok ayah yang konyol

Meskipun sibuk dengan urusan kerajaan, Charles akan menyediakan waktu untuk menghadiri drama sekolah putra-putranya. Termasuk ketika William masih kecil, ada saat William berharap ayahnya tidak hadir dalam acaranya.

“Dulu saya pernah ikut drama sekolah semacam permainan Natal dan saya adalah seorang penyihir, saya datang untuk menghancurkan natalnya,” terang Pangeran William dalam sebuah film dokumenter.

Drama itu seharusnya ada ledakan kecil di depan pangeran, tetapi tidak meledak, lalu William memutuskan untuk terus berjalan meskipun sangat panik karena kembang api tersebut tidak meledak. Secara tiba-tiba kembang api tersebut menyala dan meledak dengan sendirinya disaat William lagi membaca dialognya. Duke Of Cambridge mengatakan, ayahnya tidak bisa berhenti tertawa karena kegagalan drama anaknya tersebut.

Harry sebagai anak terakhir juga berkata,” Dan tidak ada orang lain yang tertawa kecuali dia yang selalu tertawa disaat yang salah.”

Tetap berhubungan

Mengikut jejak ayahnya, Pangeran William bersekolah di asrama Ludgerove School. Sekolah yang relatif mahal tersebut menjadi sekolah asrama pertamanya William. Walaupun begitu William dan Charles tetap berhubungan dengan mengirimi surat-surat yang berisi tentang laba-laba atau pengalaman yang di alami walaupun tulisan tersebut sangat buruk dan hampir tidak bisa dibaca oleh Charles.

Sensitif tentang istri kedua ayahnya

Bagi William perpisahan kedua orangtua sangat berat untuk diterima olehnya. Setelah perceraian,Charles menyuruh kedua putranya turun untuk menjelaskan hubungannya dengan Camilla. Saat itulah ayah dua anak itu menyadari, khususnya William yang tidak ingin tahu.

Menurut Penny Junor penulis The Telegraph, Charles adalah sosok yang peka terhadap perasaan William dan Harry tentang ibu mereka yang sudah meninggal. Walaupun begitu, Akhirnya anak-anak menyadari bahwa Camilla mampu membuat ayah mereka bahagia, itu yang sangat penting baginya.

Selalu ada untuk William dan Harry

Harry pernah mengatakan bahwa,”Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan orangtua adalah memberitahu anak-anak bahwa ibunya telah meninggal.” Harry juga menambahkan bahwa setelah kematian ibu mereka, Charles selalu ada untuk anak-anaknya.

Perang Dingin Antara Ayah dan Anak

Dalam artikel The Daily Beast mengatakan,Pangeran Charles dan putranya terlibat perang dingin. Sumber tersebut mengatakan bahwa, Charles membenci ketika William dan Harry secara terbuka mengungkapkan ibu mereka. Clarence House dengan tegas membatah perang dingin tersebut dan mengklaim itu hanya fiksi belaka.

 

Charles Bangga dengan Pangeran William

Charles sangat bangga kepada putra nya karena berperan baik sebagai pemimpin dalam bidangnya.

“Saya hanya bisa mengatakan betapa bangganya saya akan peran putra sulung saya, ia telah berperan sebagai pemimpin di bidang tertentu, membantu memperbaiki suatu masalah lebih baik, termasuk bekerja dengan pemerintah manapun.” Ujar Pangeran Charles dalam Konferensi Perdagangan Satwa Liar Internasional, London.

BACA JUGA:

Segar, Santap Siang dengan Salmon Kuah Asam

William menginginkan ayahnya memiliki waktu untuk keluarga

Pangeran William ingin ayahnya memiliki waktu lebih untuk bersamanya di rumah atau bermain bersama cucu-cucunya.

“Aku ingin dia punya lebih banyak waktu bersama anak-anak dan di rumah.” papar Pangeran Wiliam.

Pangeran Harry setuju dengan kakaknya tentang menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Menurutnya dengan usianya yang sudah lanjut lebih baik dia mengurangi pekerjaannya demi keluarga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini