nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Perbedaan Makanan Khas Okinawa dengan Makanan Jepang Biasa

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 21:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 298 1986382 ini-perbedaan-makanan-khas-okinawa-dengan-makanan-jepang-biasa-18yNrLaHHU.jpg Jimami tofu, salah satu makanan khas Okinawa (Foto: Openrice)

SELAIN makanan Italia atau makanan asli Korea, makanan Jepang tidak bisa disangkal adalah salah satu makanan asing yang paling familiar di kalangan masyarakat Indonesia.

Walau sudah familiar, begitu mendengar kata 'makanan Jepang' yang teringat di benak kebanyakan orang adalah hidangan biasa seperti sushi ataupun ramen. Padahal jika lebih digali lagi, Jepang juga punya yang namanya Okinawa food alias sajian makanan khas Okinawa.

Nah, makanan Okinawa ini memiliki perbedaan yang menjadikannya lebih spesial dibanding makanan Jepang standar pada umumnya. Mengingat kota Okinawa sendiri berada di titik lokasi Selatan Jepang, yang mana berbentuk sebuah kepulauan dan hadir sebagai perbatasan dengan negara-negara lain seperti China dan Korea, ditambah lagi, sebagaimana diungkapkan Aili Samadi dari restoran Jepang En Dining, makanan khas Okinawa ini sifatnya sebagai percampuran budaya karena juga lokasi kota Okinawa sebagai daerah pangkalan militer Amerika Serikat.

(Jimami tofu, foto: jajagiselle/Instagram)

 (Baca Juga:Ada Benda Aneh di Belakang Bucket Bunga Pengantin Perempuan Ini, Siap-Siap Kaget!)

“Kota Okinawa itu kan berada di selatan-nya Jepang. Ada di bagian bawah, dekat dengan China dan Korea. Jadi pangkalan militer Amerika Serikat juga. Maka dari itu makanannya yang disebut sebagai Okinawa food ini hasil percampuran banyak budaya,” ungkap Aili saat ditemui dalam acara konferensi pers Good Food Festival 2018, Senin (3/12/2018) di Plaza Indonesia.

Untuk makanan khas Okinawa sendiri selama ini dikenal ada empat sajian yang menjadi “Top 4”. Pertama ada Jimami Tofu, yakni sajian peanut butter dengan tofu yang dibuat dari pati kentang dan cairan dari kacang. Teksturnya kenyal dan punya rasa manis. Sebagai hidangan penutup, Jimami Tofu ini bisa dimakan bersama parutan jahe, wasabi, dan soy sweet sauce atau sirup gula merah.

 

(Goya champur, foto: vanila_island/Instagram)

Lalu yang kedua ada Goya Champur, yakni hidangan tumisan pare dicampur bersama tofu, irisan daging babi atau ayam, telur, garam, dan kecap asin. Tipikal hidangan tumisan yang punya cita rasa gurih, namun tetap sehat. Kemudian ada yang dinamakan “Tebichi” yang punya makna sebagai kaki babi dalam bahasa dialek Okinawa. Tipikal hidangan yang pengolahannya cukup direbus dan diberi soy sauce sebagai bumbu.

 (Baca Juga:Pernikahan Crazy Rich Surabaya Vs Suhay Salim, bagai Langit dan Bumi)

Terakhir ada hidangan “Somen Champur”, adalah salah satu hidangan mi lokal ala Okinawa. Ditumis singkat bersama dengan minyak, kucai, dan ikan tunai. Mudah dibuat dan punya cita rasa lezat. Biasanya jadi hidangan andalan saat musim panas.

 (Tebichi, Foto: ykbrasil/Instagram)

Aili mengungkapkan lebih jauh, selain jenisnya yang beragam, yang membuat makanan ala Okinawa ini spesial adalah karena cita rasanya lebih kaya dan spesifik dibandingkan dengan makanan Jepang pada umumnya.

“Yang bikin spesial itu karena hadir sebagai makanan hasil pencampuran budaya, jadi rasanya pun berbeda. Bukan standar saja kayak makanan Jepang in general, lebih spesifik cita rasanya. Kalau makan tuh orang akan berasa, eh beda ya memang rasanya. Selain juga ragam jenisnya yang banyak,” tandas Aili.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini