nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai Mesin Oksigen, Seorang Ayah Berjuang Lawan Penyakit Paru Kronis Demi Hadiri Pernikahan Putrinya

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 20:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 481 1986338 pakai-mesin-oksigen-seorang-ayah-berjuang-lawan-penyakit-paru-kronis-demi-hadiri-pernikahan-putrinya-HiDfXQkcJT.jpg Johnston hadiri pernikahan putrinya (Foto: Independent)

CINTA pertama anak perempuan adalah ayahnya. Anda tentu sering mendengar ungkapan tersebut dan itu benar adanya. Hingga di hari pernikahannya, tak sedikit anak perempuan yang mengharapkan kehadiran ayahnya. Hal inilah yang dialami oleh Vanessa Wickham.

Perempuan asal California itu pada awalnya takut sang ayah, Lew Johnston tidak bisa datang ke pernikahannya karena lokasi yang berada di dataran tinggi. Sebab ayahnya itu memiliki penyakit paru obstruktif kronis di tahap akhir dimana aliran udara ke paru-paru terhalang. Beruntung hal itu tidak terjadi.

Johnston tetap bersikeras untuk berada di pernikahan anaknya. Dia tidak peduli meskipun harus bergantung pada oksigen guna bertahan hidup. Padahal dokter sudah memperingatkan bila paru-paru pria berusia 65 tahun itu akan bermasalah bila berada di ketinggian lebih dari 4.000 kaki. Untuk menyiasatinya ia menyiapkan latihan untuk mengatasi perubahan ketinggian.

Latihan itu berhasil membuat Johnston diberikan izin untuk menghadiri pernikahan putrinya. Bahkan ia mengantarkan Vanessa menuju altar. Kehadiran ayahnya pun tak disia-siakan oleh perempuan berusia 24 tahun itu. Dirinya mengajak sang ayah untuk berdansa pada saat lagu Elton John, Can You Feel The Love Tonight diputar.

ayah

Menurut Vanessa, momen itu menambah keistimewaan hari pernikahannya. “Sungguh menakjubkan ada ayah saya, berdansa dengannya adalah momen spesial. Dia berada di tahap akhir penyakit yang telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir yang menurunkan kualitas hidupnya. Sekarang dia menggunakan oksigen 24/7, ” tuturnya seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (3/12/2018).

Vanessa menuturkan bila minggu-minggu menjelang pernikahan adalah minggu yang mengkhawatirkan. Sebab dirinya berpendapat ayahnya tidak mungkin dapat hadir. "Itu akan menghancurkan saya. Tapi saya sangat lega ketika dokter mengizinkannya untuk pergi," tambahnya.

ayah peluk putrinya

Perasaan bahagia juga meliputi Johnston. Dirinya merasa bersyukur dapat menghadiri pernikahan putri yang dicintainya. “Saya merasa seperti berjalan di udara ketika mengantarkannya ke altar. Saya bahkan tidak memerhatikan mesin oksigen yang ada di atas bahu. Meskipun berdansa di depan 100 tamu, rasanya seperti Vanessa dan saya adalah satu-satunya orang di ruangan itu,” tutur ayah tiga anak itu.

Ternyata keinginan Johnston tak berhenti sebatas menghadiri pernikahan putrinya. "Ini mungkin sedikit serakah, tapi saya ingin sekali bertemu cucu. Saya juga berusaha menjalani hidup yang baik hari demi hari,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini