nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbang dari Barat ke Timur Bisa Buat Anda Jet Lag Lebih Parah, Kok Bisa?

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 10:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 406 1986538 terbang-dari-barat-ke-timur-bisa-buat-anda-jet-lag-lebih-parah-kok-bisa-uaJWYi3Qzk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEPERGIAN menggunakan pesawat terbang tentu sangat menyenangkan, apalagi untuk telah melintasi berbagai negara. Tapi, terbang terlalu lama melewati zona waktu yang berbeda, bisa membuat Anda jet lag.

Nah, kalian yang sering terbang lama-lama pasti sering merasakan hal ini. Secara umum, jet lag dikenal sebagai sindrom perubahan zona waktu atau desynchronosis. Gangguan ini terjadi ketika seseorang melakukan penerbangan cepat dari timur ke barat atau sebaliknya.

Perbedaan waktu ini membuat dampak yang cukup besar bagi hidup Anda, salah satunya adalah waktu tidur yang berubah. Masalahnya, tubuh kita memerlukan waktu yang cukup untuk beradaptasi, tapi dengan cepatnya kita terbang melintasi zona waktu, hal tersebut tidak kita dapatkan.

Baca Juga: Cantiknya Ratu Wushu Indonesia Pakai Syar i kini Sudah Menikah Lho!

Kapten Pilot Garuda Indonesia, Rizka Leihitu, menjelaskan Jet lag memang biasa terjadi saat penerbangan. Tapi tahukah Anda, jet lag akan lebih terasa jika Anda terbang dari barat ke timur, dibandingkan daripada dari timur ke barat. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ini penjelasannya.

“Ketika Anda terbang dari timur ke barat, itu sama dengan menunda waktu gelap karena perbedaan zona waktu dan pergerakan arah bumi terhadap sinar matahari. Seseorang akan lebih mudah menunda waktu tidur daripada memaksakan waktu tidur lebih awal,” ungkap Kapten Rizka, melalui akun Instagram-nya.

Lantas apa perbedaannya dengan seseorang yang melakukan penerbangan dari barat ke timur? Tentunya seseorang akan bekerja dengan ekstra karena memulai kegiatan dengan lebih awal akibat perbedaan waktu.

“Jika Anda terbang dari barat ke timur, artinya Anda akan mempercepat waktu, di mana terang dan lebih cepat daripada di barat. Seseorang akan lebih berat untuk bangun dan memulai hari lebih awal," kata dia.

Baca Juga: Parasetamol Ampuh Hilangkan Noda Lengket Setrikaan, Ini Caranya!

"Hal ini disebabkan oleh sel pacu jantung yang berada di otak bekerja lebih berat dan tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang memperlama hari ketimbang mempercepat hari,” lanjutnya.

Kapten Rizka menuturkan bahwa seseorang tidak akan begitu merasakan jet lag jika melakukan penerbangan dari utara ke selatan, begitu pun sebaliknya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini