nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPOM Tarik 3 Jenis Obat Antihipertensi Golongan Angiotensin Receptor Blocker, Ini Alasannya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 12:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 481 1986580 bpom-tarik-3-jenis-obat-antihipertensi-golongan-angiotensin-receptor-blocker-ini-alasannya-kQgCXafIvo.jpg BPOM tarik obat antihipertensi (Foto:Ilustrasi/Ist)


MENJADI tanggung jawab pemerintah khususnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin semua yang dikonsumsi masyarakat Indonesia aman dari bahan berbahaya. Tak terkecuali perihal obat-obatan yang memiliki dampak besar bagi kelangsungan hidup.

Ya, belum lama ini BPOM baru saja menarik beberapa merek kosmetik dan obat tradisional yang diketahui mengandung bahan berbahaya. Kosmetik dan obat tradisional itu mengancam nyawa karena bisa menyebabkan kanker jika dipergunakan secara rutin.

Kini, BPOM kembali menindak tegas produk berbahaya dari pasaran. Sekarang giliran obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yang mana 3 jenis obat tersebut dianggap bisa mengancam nyawa manusia. Tiga merek tersebut antara lain Irbesartan, Losartan, dan Valsartan.

Viral Bocah SD Menahan Tangis Sambil Nyanyi Lagu Blackpink saat Disuntik

Diketahui bahwa 3 jenis obat antihipertensi tersebut sudah ditarik sebelumnya di Eropa dan Amerika Serikat. Maka dari itu, BPOM pun punya kewajiban untuk melakukan hal serupa agar pemasaran obat-obatan tersebut bisa dihentikan.

Ada beberapa alasan kenapa akhirnya BPOM pun ikut menarik obat antihipertensi tersebut dan dikutip dari laman BPOM RI, Okezone mengutip beberapa poin yang tertera di sana dan berikut paparannya;

1. Irbesartan, Losartan dan Valsartan adalah obat keras (dikonsumsi dengan resep dokter) untuk mengobati pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lain.

2. Di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, telah dilakukan penarikan obat antihipertensi golongan ARB yaitu Irbesartan, Losartan dan Valsartan dalam bentuk tunggal dan kombinasi secara sukarela, karena ditemukan adanya pengotor / impurities N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA). Saat ini baik EMA (European Medicines Agency), US FDA (Food and Drug Administration), MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut.

3. Berdasarkan penelusuran BPOM RI, obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia. Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA tersebut di atas, dapat berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan atau kefarmasian.

4. Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA. Industri farmasi telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela/voluntary recall (terlampir).

5. Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada Sejawat Kesehatan Profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien.

6. BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

Awet Muda, Ibunda Nia Ramadhani Tak Kalah Cantik dari Anaknya

Semoga, dengan penarikan 3 jenis obat antihipertensi ini bisa semakin menjamin keamanan obat yang ada di Indonesia dan memastikan semua warga terhindari dari bahaya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini