nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Diklaim 'Membunuh' Industri Tuna Kalengan, Ini Alasannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 298 1987271 milenial-diklaim-membunuh-industri-tuna-kalengan-ini-alasannya-JWlitRx40O.jpg Ilustrasi (Foto: Sodeliciousrecipes)

KEHADIRAN generasi milenial ternyata membawa pengaruh yang sangat besar pada industri kuliner internasional. Bukan hanya menciptakan tren-tren terbaru yang kekiniaan, sebagian netizen justru membuat beberapa tradisi dan kebiasaan makan menjadi tidak relevan lagi.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa konsumsi tuna kalengan telah menurun hingga 42% dalam tiga dekade terakhir. Mereka juga mengklaim bahwa produsen ikan kalengan tengah berjuang keras untuk mempertahankan relevansi mereka di era modern seperti saat ini.

Hanya 32% orang yang berusia antara 17 - 34 tahun yang hingga saat ini masih rutin membeli ikan kalengan, sementara 45% lainnya berusia di atas 55 tahun. Dari data tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa orang-orang yang lebih muda cenderung menyukai makanan yang segar, dibandingkan makanan kalengan (processed-food).

 (Baca Juga:Sinta Nuriyah Diberi Gelar Ibu Bangsa, Linda Gumelar: Dia Pantas Mendapatkannya)

Beberapa perusahaan mengklaim bahwa generasi milenial kesulitan atau tidak dapat membuka sendiri makanan kalengan. Namun faktor lain yang membuat popularitas tuna kaleng menurun adalah, aroma menyengat yang disajikan oleh makanan itu sendiri.

 

Kita semua tidak dapat menyangkal bahwa ikan tuna memiliki aroma amis yang sangat kuat. Dalam beberapa kebudayaan, menyajikan sandwich tuna sebagai menu maka siang dianggap bukan pilihan yang bijaksana.

Hal ini ternyata juga tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang begitu pesat. Munculnya platform media sosial seperti Instagram, membuat banyak orang ingin mengabadikan makanan yang cantik dan menggugah selera.

 (Baca Juga:Viral Putri Duyung India, Habiskan 14 Jam Berenang di Danau Setiap Hari!)

Bisa dibilang, generasi milenial telah 'membunuh' industri tuna kalengan secara perlahan. Beberapa orang berasumsi bahwa ini juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap polusi laut dan penerapan pola hidup sehat.

Tidak perlu khawatir, beberapa perusahaan ternyata sudah memiliki beragam strategi untuk mempertahankan industri ini. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur, StarKist. Mereka berhasil menciptakan kreasi tuna olahan dengan berbagai pilihan rasa seperti spicy korean style dan hot buffalo. Kemasannya pun didesain sedemikian rupa agar menarik perhatian para generasi milenial.

Ada juga perusahaan yang mulai membuat camilan kering seperti cracker, ceral bar, hingga keripik yang terbuat dari daging tuna. Tapi apakah inovasi tersebut mampu memenuhi permintaan milenial? Demikian dilansir Okezone dari Metro, Rabu (5/12/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini