nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bermain & Berpetualang Seru dengan Doraemon di Fujiko F. Fujio Museum, Jepang

Renny Sundayani, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 13:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 406 1987107 bermain-berpetualang-seru-dengan-doraemon-di-fujiko-f-fujio-museum-jepang-ihMQLRFFMS.jpg Berkunjung ke Museum Fujiko F Fujio Jepang (Foto: Fujiko Pro)

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali. Semua semua semua dapat dikabulkan oleh kantung ajaib!

MUNGKIN kamu sangat familiar dengan lagu ini! Ya, siapa lagi kalau bukan lagu Doraemon, karangan Kumiko Osugi. Malah sampai saat ini masih ada orang yang mengidolakan robot kucing lucu dari masa depan ini, entah filmya atau bacaan komik.

Kisah persahabatan Nobita dengan Doraemon memang menjadi idola semua kalangan, baik anak-anak, remaja hingga dewasa. Doraemon begitu popular dari awal kemunculannya di tahun 1969 hingga kini. Jika kamu ingin bepetualang dan berjumpa dengan Doraemon dan tokoh-tokoh fiksi karya Fujiko F. Fujio, kamu bisa mengunjungi Fujiko F. Fujio Museum di Jepang, tepatnya di jantung kota Kawasaki, Kanagawa.

Alamat Fujiko F. Fujio Museum tepatnya di 2 Chome-8-1 Nagao, Tama Ward, Kawasaki Prefecture, Kanagawa 214-0023. Untuk menuju ke sana, kamu butuh 20 menit dari stasiun Shinjuku, lalu turun di stasiun Noborito.

Dari Noborito, kamu tinggal pilih mau menuju museum menggunakan shuttle bus seharga 210 Yen untuk dewasa, 110 Yen untuk anak anak, atau jalan kaki dengan jarak tempuh 15 menit. Busnya pun punya desain yang unik, karena keseluruhan bus dipenuhi gambar doraemon serta karya-karya Fujiko F. Fujio. Bus di halte ini datang setiap 10 menit, dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke museum adalah sekitar 9 menit.

Museum ini dibangun di daerah Kawasaki Prefecture, karena di kota inilah semasa hidup Fujiko F. Fujio banyak mengeluarkan karya-karya terbaiknya. Cara membeli tiket masuk museum ini tidak dijual di lokasi. Kamu harus membeli tiket di minimarket Lawson. Mintalah bantuan petugas untuk membeli tiket, karena mesin yang tersedia hanya bertuliskan huruf Jepang. Harga tiket pun bervariasi, 1.000 Yen untuk dewasa, dan 500 Yen untuk anak-anak. Untuk waktu berkunjung kamu bisa memilih pada pukul 10.00, 12.00, 14.00 atau 16.00, karena pukul 18.00 museum ini tutup.

Sekedar saran saja, sebaiknya beli tiketnya jauh-jauh hari karena sering sold out. Apalagi pas weekend, tiket biasanya selalu ludes 2-3 minggu, sebelumnya atau bahkan sebulan sebelumnya.

Sebelum masuk, kamu akan diberikan penjelasan dan peraturan yang harus ditaati selama di dalam museum. Disini pengunjung dilarang makan dan minum. Di area koleksi dan sketsa Fujiko F. Fujio Sensei (ruangan pertama), pengunjung juga dilarang mengambil foto dan video.

Hal ini tentu menjadi nilai plus bagi museum itu sendiri, karena isi di dalam museum tetap terjaga orisinalitasnya dan tidak ada yang sembarangan mempublikasikannya. Penjagaan pun sangat ketat, jadi kamu jangan mencoba-coba ya curi-curi foto, karena petugas di museum ini bakal menegur kamu. Pengunjung hanya bisa mengambil gambar di spot-spot khusus seperti Kid's Space, Manga Corner, taman, dan Cafetaria.

Sebelum masuk, kamu pun diberikan sebuah alat semacam intercom. Alat ini berfungsi untuk menjelaskan tiap sketsa dan foto yang dipamerkan. Jadi, di tiap sketsa terdapat angkanya, kamu tinggal tekan tombol angka di intercom dan akan keluar suara rekaman dalam satu dari tiga bahasa yang bisa dipilih seperti Inggris, Jepang, Korea dan Mandarin, yang akan menjelaskan mengenai sketsa atau foto tersebut.

Di dalam museum ini kebanyakan petugas hanya bisa berbahasa Inggris sederhana, jadi mereka mengandalkan intercom ini, sebagai sarana komunikasi supaya pengunjung mendapatkan informasi mengenai masing-masing sketsa dan foto.

Saya sarankan, kamu dengarkanlah satu-satu berurutan, mulai dari komik pertama buatan Fujiko F. Fujio Sensei sampai komik terakhirnya. Seru! Oh ya satu lagi, jangan lupa bawa headset karena ada colokan 3.5mm headphone jack di intercom-nya. Lumayan kamu nggak perlu repot untuk menempelkan intercomnya ke telinga. Kamu pun bisa lebih leluasa menikmati Fujiko F. Fujio Museum.

Di dalam museum yang dibuka 3 September 2011 ini, kamu tidak hanya menemukan Doraemon saja, melainkan juga tokoh anime lain karya Fujiko F. Fujio, seperti Mojacko, 21-Emon, P-Man, Kiteretsu, dan masih banyak lagi. Selain melihat karya-karya dari Fujiko F. Fujio, kamu juga akan melihat kehidupan pribadi Fujiko F. Fujio dari kecil hingga dewasa.

Museum ini menyediakan banyak sekali tempat menarik. Dimulai dari ruang kerja Fujiko F. Fujio yang penuh dengan buku-buku riset, sketsa gambar dan peralatannya. Ada juga yang akan membuat takjub yaitu, deretan laci kayu yang besar dan banyak sekali yang dijadikan sebagai tempat Fujiko F. Fujio menyimpan naskah-naskah komik.

Fujiko F. Fujio Museum terdiri dari 3 lantai dan terbagi menjadi beberapa bagian. Di lantai pertama ada exhibition room, dimana terdapat semua ilustrasi karya Fujiko F. Fujio yang dipajang. Termasuk juga bagaimana proses kreatif dimulai dari penggambaran komik hingga difilmkan berupa animasi.

Sebelum keluar dari exhibition room, kamu akan melewati replika meja Fujiko F. Fujio yang keren banget, penuh dengan tumpukan buku, replika patung dinosaurus, kertas-kertas gambar dan lain sebagainya.

Di lantai kedua, ada ruang theater mini, dimana disini terdapat pemutaran film Doraemon yang tidak pernah diputar dimanapun selain di Fujiko F. Fujio Museum ini. Kamu bisa menikmati film yang berdurasi sekitar 20-30 menit. Filmnya juga menyediakan subtitle bahasa inggris.

Sedangkan di bagian akhir dari ruangan ini, terdapat sebuah tempat khusus berfoto bernama “Kikori no Izumi” (Sumur Sang Penebang Pohon). Ini adalah satu episode terkenal Doraemon, dimana Gian yang cantik pun keluar dari dalam sumur. Banyak pengunjung yang datang mengunjungi fasilitas yang satu ini, karena unik. Anak-anak maupun orang dewasa selalu mencoba menarik tuasnya untuk membuat Gian keluar-masuk dari dalam sumur.

Kemudian Ruang Manga Reading (Manga Corner), yang bentuknya seperti perpustakaan mini di taman kanak-kanak. Ruangan ini terdapat jejeran lemari yang berisikan komik-komik karya Fujiko F. Fujio. Kamu bisa membacanya sambal bersantai. Tenang saja, karena komik Doraemon ini miliki beberapa versi bahasa seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Inggris.

Di lantai tiga ada playground diatas atap. Ada juga kafetaria tempat jualan dorayaki, Gian Soft Cream, dan roti ingatan anak-anak. Di sini juga ada Danau Pisuke, spot foto wajib buat yang mengunjungi Fujiko F. Fujio Museum, juga Museum Cafe yang menjual makanan dengan motif lucu.

Ada juga taman belakang dengan halaman yang luas. Kamu bisa berfoto bersama dengan para karakter yang ada di dalam serial Doraemon dan karakter lainnya karya Fujiko F. Fujio yang berubah menjadi nyata. Dilengkapi dengan hutan yang hijau disekitarnya. Berbagai atribut khas yang sering muncul di film Doraemon, seperti pintu kemana saja, lalu ada gorong-gorong tempat Giant, Suneo, Shizuka, Nobita dan Doraemon sering bermain, dan juga patung-patung karakter lainnya.

Dan yang terakhir, terdapat dua toko oleh-oleh bernama “Fujikoya” dan “Toko Museum” yang letaknya dekat pintu keluar. Di Fujikoya yang bersebelahan dengan kafe menjual berbagai macam produk edisi terbatas.

Di Fujikoya yang terletak di lantai tiga, Dorayaki, Anki-pan, dan lainnya ada dijual. Dorayaki adalah makanan favorit Doraemon. Sedangkan Anki-pan(roti ingatan) adalah alat rahasia yang muncul di salah satu episode Doraemon. Bila menuliskan sesuatu diatas roti ini lalu memakannya, maka orang tersebut akan dapat mengingat tulisan tadi dengan cepat. Terdapat Anki-pan yaitu alat rahasia yang muncul di salah satu episode Doraemon. Bila menuliskan sesuatu di atas roti ini lalu memakannya, maka orang tersebut akan dapat mengingat tulisan tadi dengan cepat. Oh iya fyi, souvenir yang dijual ini tidak dijual dimana-mana lho, selain di museum ini.

Jangan ngaku kamu fans Doraemon sejati, kalau belum berkujung ke Fujiko F. Fujio Museum di Jepang! [(c) Fujiko-Pro]

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini