nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50% Wisatawan Didominasi Kaum Milenial, Kemenpar Kembangkan Nomadic Tourism

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 19:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 406 1987299 50-wisatawan-didominasi-kaum-milenial-kemenpar-kembangkan-nomadic-tourism-vyhJTLoyye.jpg Glamping Lakeside Rancabali (Foto: lakeside_rancabali/Instagram)

SAAT ini pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling diminati oleh para wisatawan. Tak hanya wisatawan Nusantara (Wisnus), wisatawan mancanegara (wisman) pun juga tertarik untuk mengunjungi berbagai spot menarik yang ada di Indonesia.

Tentunya saat ini sudah banyak sekali tempat wisata yang dikelola dan dikembangkan dengan sedemikian rupa agar semakin menarik perhatian para pengunjung. Pariwisata tak hanya menjadi penggerak ekonomi namun juga sebagai pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

Nah, oleh sebab itu Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, menegaskan bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia adalah dengan membangun tempat wisata bertema Nomadic Tourism.

 (Baca Juga:Adu Penampilan Gaya Krisdayanti dengan Mantan Istri Raul Lemos, Siapa Lebih Kece?)

Tentunya para orang awam masih bingung apa itu nomadic tourism. Ya, secara sederhana nomadic tourism adalah gaya berwisata baru, di mana para wisatawan dapat menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu destinasi wisata, namun dengan amenitas yang portable dan dapat berpindah-pindah.

 

(Glamping Rancabali, Foto: lakeside_rancabali/Instagram)

Nomadic tourism ini dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjawab unsur amenitas yang terdiri dari 3A (atraksi, aksesibilitas dan amenitas). Pada waktu bersamaan, Menpar Arief juga cukup terkejut dengan kesiapan para industri dalam membangun pariwisata bertema nomadic tourism.

“Saya cukup terkejut karena industri ternyata lebih siap daripada yang saya duga. Pasarnya sudah besar, bulatkan saja sudah 30 juta dari tiga segmen seperti lake series, digital dan glam cam (Glamorous camping) milenial, itu sangat besar pasarnya. Akhirnya saya sedikit mengubah instruksi, jadi jika sudah seperti ini maka akan segera saya pasarkan untuk promosi yang wisata nomad (sementara waktu),” tutur Menpar Arief, saat dijumpai Okezone dalam acara FGD Nomadic Tourism di Hotel Shangri-la, Rabu (5/12/2018).

Menpar Arief juga menegaskan bahwa sebagain besar wisatawan yang datang ke Indonesia didominasi oleh generasi milenial. Sektor inilah yang paling besar dan kencang, sehingga memiliki potensi yang cerah apabila dikembangkan dengan baik.

 (Baca Juga:Transformasi Penampilan Lindswell Kwok Sampai Akhirnya Memutuskan Berhijab, Semakin Cantik!)

“Saya sudah instruksikan agar divisi-divisi kita 50% harus milenial, isinya nomadic, digital destination, wonderful start-up academy. Karena Kemenpar harus introspeksi ketika pasar milenial ini sangat tinggi. Pasar milenial sangatlah tinggi. Orang yang datang ke Indonesia 50%-nya adalah milenial. Di Asia 60% kelas milenial, jadi ini adalah pasar yang sangat besar. Sudah besar, kencang juga arus pertumbuhannya,” lanjutnya.

Tak hanya sektor pemasaran yang wajib dikelola, Menpar Arief juga mengimbau bahwa sektor pengembangan destinasi juga wajib diperhatikan. Ia pun menerapkan sistem ‘Mudah keluar, akan semakin mudah masuk, dan jika diikat maka akan semakin terikat’. Intinya adalah dengan memberikan berbagai kemudahan kepada setiap wisatawan agar bisa pergi ke suatu tempat dengan mudah serta mengikat mereka dengan berbagai layanan dan fasilitas yang memadai.

“Tapi salah satu faktor yang menjadi kesulitan adalah penyediaan lahan. Jika tempat ini di kawasan 10 bali baru, atau di kawasan ekonomi khusus dan badan otoritas, nanti pemerintah akan permudah. 10 persen di antaranya adalah nomadic, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membangun,” tandasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini