nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil Sebelum Naik Pesawat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 20:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 406 1987336 ini-yang-harus-diperhatikan-ibu-hamil-sebelum-naik-pesawat-u5RjwuydxA.jpg Ilustrasi (Foto: Fearofflying)

LIBURAN hampir tiba, berlibur bersama keluarga tentu bisa menjadi pilihan yang tepat yang bisa Anda lakukan bersama keluarga. Banyak destinasi wisata yang menarik dan patut untuk dikunjungi bersama orang terkasih.

Ya, untuk menghemat waktu perjalanan tentu menggunakan pesawat terbang sebagai sarana transportasi utama merupakan pilihan yang paling baik. Selain cepat, menggunakan pesawat terbang juga lebih ekonomis dan tidak melelahkan bagi para penumpangnya.

Nah, namun bagaimana jika salah satu anggota keluarga tercinta Anda sedang hamil, apakah aman jika bepergian menggunakan pesawat terbang? Tentu masalah ini kerap dipertanyakan oleh masyarakat awam. Pasalnya mereka merasa khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap janinnya.

 (Baca Juga:Puing-Puing Kebakaran Jadi Latar Foto Pernikahan, Kisah Pengantin Ini Mengharukan)

Menjawab kekhawatiran tersebut Kapten Pilot Garuda Indonesia, Rizka Triansyah Leihitu, mencoba menjelaskan tentang prosedur yang harus diperhatikan tentang ibu hamil yang hendak bepergian menggunakan pesawat terbang.

 

Menurut kapten Rizka seorang ibu hamil tentu akan mendapatkan perhatian ekstra dari para kabin kru (pramugara dan pramugari). Oleh sebab itu ada syarat khusus yang harus dipenuhi agar seorang ibu hamil (bumil) bisa ikut dalam sebuah penerbangan. Berikut penjelasan Kapten Rizka, yuk disimak.

1. Hamil di bawah 32 minggu dan tidak memiliki riwayat penyakit apapun cukup melapor pada petugas maskapai saat check-in. Namun jika usia kehamilan di bawah 32 minggu tapi memiliki riwayat penyakit atau komplikasi, harus menyertakan surat dokter tentang kelayakan terbang dan dokumen medif satu serta medif dua yang dikeluarkan dokter yang ditunjuk maskapai. Penumpang harus melapor pada petugas saat check –in serta mengisi form pernyataan saat check-in.

2. Hamil antara 32 minggu sampai 36 minggu, penumpang harus membawa surat keterangan dokter untuk kelayakan terbang dan wajib meminta persetujuan dokter yang ditunjuk maskapai agar mendapatkan dokumen medif satu dan medif dua. Selanjutnya sama seperti sebelumnya, penumpang harus melapor dan mengisi form pernyataan saat check-in.

 (Baca Juga:Cara Titi Kamal dan Christian Sugiono Cegah Anak Jadi 'Generasi Nunduk')


3. Hamil di atas 36 minggu tidak bisa diterima dalam suatu penerbangan. Untuk memperoleh dokumen tersebut bertanyalah kepada costumer service di setiap maskapai. Hal ini bukanlah upaya untuk mempersulit penumpang, tapi semuanya dilakukan demi keselamatan bagi ibu dan si jabang bayi.

Kapten Rizka juga berpesan bagi para ibu hamil agar memberikan informasi mengenai usia kehamilan dengan jujur dan benar. Ia bercerita pernah ada kejadian di mana seorang ibu melahirkan di dalam pesawat karena membohongi petugas.

“Akibatnya pilot harus melandingkan pesawat di bandara terdekat dan bukan bandara tujuan. Pasalnya bayi harus mendapatkan penanganan khusus. Tentunya bila hal ini terjadi, maka akan merugikan semua orang,” ucap Kapten Rizka, sebagaimana ditulis dalam akun Instagram-nya, Rabu (5/12/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini