nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Mitos Kesehatan yang Banyak Dipercayai padahal Salah Kaprah!

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 08:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 481 1986970 6-mitos-kesehatan-yang-banyak-dipercayai-padahal-salah-kaprah-dZ32P84iz1.jpg Mitos-Mitos Kesehatan yang Masih Dipercaya (Foto: The Sun)

HINGGA saat ini, masih banyak orang yang percaya dengan mitos. Mulai dari kegiatan sehari-hari, larangan tertentu, sampai yang menyangkut soal kesehatan. Mitos-mitos tersebut juga diturunkan orangtua kepada anaknya dan begitu seterusnya. Tapi terkadang, ada mitos-mitos yang sebenarnya tidak benar. Di bidang kesehatan, mitos-mitos di bawah ini sering disalah artikan. Berikut ulasannya seperti yang dirangkum Okezone dari The Sun, Rabu (5/12/2018) :

Baca juga: 5 Penyakit Musim Hujan Patut Diwaspadai, Simak Cara Pencegahannya!

1. Pergi ke luar dengan rambut basah bisa masuk angin

Banyak dari kita yang pernah mencuci rambut sebelum pergi dan tidak punya waktu untuk mengeringkannya. Tak sedikit ibu yang larang anaknya sebelum rambut kerimg karena khawatir sang anak bisa masuk angin. Namun sebenarnya hal itu tidak lantas terjadi, tergantung dengan daya tahan masing-masing orang. Masuk angin dengan gejala pilek disebabkan oleh virus yang dapat terjadi kapan saja.

 Baca juga: Gemas, Viral Video Kucing Sit-Up di Kolong Mobil

2. Otot berubah menjadi gemuk ketika tidak berolahraga

Menjadi lebih bugar dapat mengubah komposisi tubuh termasuk rasio lemak menjadi otot. Tapi tak sedikit yang mengatakan apabila olahraga berhentin dilakukan maka otot yang sudah terbentuk dapat menjadi lemak kembali. Kenyataanya tidak demikian, otot tidak bisa tiba-tiba berubah. Sel otot mengalami hipertrofi (tumbuh besar dan berkembang biak) ketika seseorang berolahraga. Jika dia berhenti berolahraga, maka otot akan mengalami atrofi (semakin kecil) tetapi tidak akan berubah menjadi jenis sel yang berbeda dan berubah menjadi lemak.

 Baca juga: Netizen Malaysia Memanas ketika Cendol Diklaim Berasal dari Singapura

3. Tidur dengan bra bisa memicu kanker payudara

Mitos ini awalnya berasal dari sebuah penelitian di Amerika yang mengungkapkan memakai bra dapat memotong drainase getah bening dari payudara sehingga memicu kanker. Namun, penelitian secara komparatif menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok uji.

4. Membunyikan jari tangan dapat menyebabkan radang sendi

Beberapa di antara kita tentu pernah membunyikan buku-buku jari yang menimbulkan suara kletek. Suara ini disebabkan oleh pelepasan gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida yang menumpuk di sendi. Tak sedikit yang mengatakan bila kebiasaan itu dapat meningkatkan risiko radang sendi. Padahal tidak sama sekali.

5. Vitamin C mencegah masuk angin

Tidak ada keraguan vitamin C memiliki banyak manfaat kesehatan. Vitamin ini terbukti membantu mengurangi munculnya keriput, menurunkan tekanan darah tinggi, dan berpotensi membantu mengelola kanker. Tapi bukan berarti konsumsi vitamin C dapat membuat orang terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus. Vitamin C dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik namun secara umum tidak melawan virus.

 

6. WiFi menyebabkan kanker

Beberapa waktu lalu sempat gempar bila sinyal radiasi termasuk WiFi dapat memicu kanker karena emisi dapat membuat sel kanker berkembang biak. Tapi pada kenyataannya tidak ada bukti yang kuat. Beberapa penelitian telah menyarankan hubungan dengan peningkatan risiko, namun radiasi yang dipancarkan oleh WiFi bukanlah jenis yang dapat menyebabkan kerusakan langsung pada jaringan manusia dan tidak ada studi terakreditasi yang membuktikan WiFi dapat menyebabkan perubahan sel atau kanker.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini