nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Kentang Goreng, Profesor Harvard Dibully Netizen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 20:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 481 1987244 gara-gara-kentang-goreng-profesor-harvard-dibully-netizen-sdeqmjoW2g.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

DALAM sebuah artikel yang diterbitkan oleh The New York Times pekan lalu, Eric Rimm, salah seorang professor dari Harvard T.H Chan School of Publich Health, mengklaim bahwa kentang temasuk ke dalam kategori sayuran paling tidak sehat, apalagi jika teknik pengolahannya melalui proses penggorengan.

Rimm, yang mengajar epidemiologi dan nutrisi, mengatakan warga Amerika sering mengalami kesulitan dalam mengontrol porsi ketika menyantap kentang goreng. Ia lalu mengusulkan sebuah solusi sederhana.

"Saya pikir akan lebih baik jika makanan disajikan bersama salad dan hanya enam potong kentang goreng saja," tuturnya.

Para pencinta kentang goreng ternyata tidak setuju dengan pernyataannya itu. Mereka memaksa Rimm untuk menanggapi dan mengklarifiasi komentarnya. Ini bukan masalah sepele mengingat kentang goreng atau french fries merupakan salah satu kudapan favorit warga Amerika.

 (Baca Juga:Adu Penampilan Gaya Krisdayanti dengan Mantan Istri Raul Lemos, Siapa Lebih Kece?)

Alhasil, terjadi perdebatan hebat di media sosial. Beberapa netizen menyerukan agar Rimm segera melepas gelar profesornya, sementara yang lain mulai mempertanyakan krediblitas Rimm sebagai pakar nutrisi.

"Seorang profesor dari Harvard mengatakan bahwa sesorang hanya boleh mengonsumsi enam potong kentang goreng per hari. Enam potong? Tidak mungkin!," tulis akun @LoriPrichard

"Berhenti menghancurkan hidup @nytimes," tulis akun @GissiSim sembari mengunggah tautan artikel hasil karya Rimm.

Sementara itu, seorang penulis dan ahli diet, Bonnie Taub-DixTaub-Dix mengatakan kepada Today.com, bahwa kentang sebetulnya tidak seburuk yang digambarkan oleh artikel New York Times.

"Sebuah kentang putih memiliki jumlah potasium dua kali lebih banyak daripada pisang. Ini merupakan sumber serat yang baik dan mengandung vitamin C. Kandungan nutrisinya akan menjadi lebih bermanfaat jika kentang dipanggang, karena akan mengurangi kalorinya. Tapi jangan berpikir bahwa kentang goreng merupakan makanan yang harus dihindari," ujar Bonnie.

 (Baca Juga:Jelang Harbolnas, Ini 3 Kategori Produk yang Jadi Incaran saat Belanja Online)

Melihat kritikan tajam yang terus dilemparkan netizen kepada dirinya, Rimm kemudian berdalih bahwa pernyataan yang ia sampaikan pada artikel tersebut hanyalah saran untuk para pengusaha restoran.

 

"Saran saya untuk NYTimes adalah bahwa mungkin setiap restoran harus menawarkan ukuran porsi yang lebih kecil sebagai pilihan alternatif, bagi mereka yang sangat menyukai kentang goreng tapi tidak ingin menimbun bom pati di dalam tubuhnya," tulis Rimm kepada salah satu netizen.

Di dalam artikel asli New York Times, sebetulnya telah disebutkan bahwa Departemen Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi tiga ons kentang goreng per hari. Bahkan, dalam artikel yang sama, Lindsay Moyer, seorang ahli gizi yang bekerja dengan Center for Science in the Public Interest, juga mendorong pengunjung untuk memvariasikan menu makanannya, atau bahkan berhenti memesan kentang goreng yang disajikan bersama saus tomat atau mayones.

"Mengingat epidemi obesitas terus meningkat, sebaiknya kita mengurangi konsumsi makanan tidak sehat," tukas Moyer. Demikian dilansir dari Foxnews, Rabu (5/12/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini