nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agar Rutin Berolahraga, Perusahaan Ini Denda Karyawan yang Malas Berjalan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 22:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 481 1987328 agar-rutin-berolahraga-perusahaan-ini-denda-karyawan-yang-malas-berjalan-mauH7i5ocl.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

SEBUAH perusahaan real estate di China dituduh melakukan pendekatan yang salah untuk mendorong karyawannya berolahraga. Para karyawan mengklaim bahwa mereka harus membayar denda sekitar Rp20 per langkah, jika tidak berhasil memenuhi target bulanan sebanyak 180.000 langkah.

Kebiasaan berjalan di China memang sedang menjadi perhatian utama pemerintah dan sejumlah perusahaan yang mempekerjakan ratusan hingga ribuan karyawan. Bahkan, beberapa perusahaan asuransi kesehatan harus menggunakan aplikasi khusus untuk melacak apakah klien mereka benar-benar telah berjalan sesuai dengan targetnya. Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan swasta pun sudah mulai mendorong pekerja mereka untuk berolahraga secara rutin.

 (Baca Juga:Mengulik Asal-usul Tanjakan Gombel, Lokasi Kecelakaan Novelis Nh Dini)

Namu baru-baru ini, beredar kabar bahwa sebuah perusahaan di Guangzhou, China, nekat mendenda karyawan mereka yang gagal memenuhi target. Menurut laporan China Information Times, perusahaan yang tidak disebutkan namanya itu mengharuskan karyawan mereka berjalan setidaknya 180.000 langkah per bulan.

 

Padahal, kegiatan ini tidak memberikan keuntungan apapun selain manfaat kesehatan. Sayangnya, pekerja yang gagal mencapai target tersebut harus benar-benar membayar setiap langkah yang terlewat secara tunai.

Seorang karyawan perusahaan yang diidentifikasi dengan nama samaran Xiao C, mengatakan kepada Information Times, bahwa bulan lalu ia tidak dapat mencapai target dan perusahaan langsung memotong gajinya senilai 100 yuan (Rp209 ribu), sesuai dengan jumlah langkah yang kurang.

 (Baca Juga:Puing-Puing Kebakaran Jadi Latar Foto Pernikahan, Kisah Pengantin Ini Mengharukan)

"Ini sangat menyakitkan. Tugas bulanan kami adalah 180.000 langkah. Menurut perhitungan, rata-rata orang harus berjalan 6.000 langkah setiap hari. Sepertinya tidak terlalu banyak, tetapi ini sebenarnya masalah besar bagi saya," tutur Xiao C.

Xiao C mengatakan, selama ini ia bekerja pada divisi Human's Resources Department, yang berarti ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di balik meja. Tidak hanya itu, stasiun kereta api bawah tanah letaknya juga sangat berdekatan dengan tempat kerjanya.

Xiao kemudian mencoba menghitung jumlah langkah yang bisa ia dapatkan dalam sehari, dan ternyata hanya mencapai 2.500 langkah masih jauh dari yang dibutuhkan.

"Saya dapat memahami bahwa perusahaan berharap agar karyawan dapat berolahraga lebih banyak dan menjadi lebih sehat. Tetapi kita tidak dapat berjalan selama jam kerja, dan kami harus bekerja lembur di malam hari," ungkap Xiao C.

"Setelah pulang dan makan malam, itu sudah lewat jam 9 malam. Jika harus berjalan lagi untuk memenuhi target harian, itu menjadi beban tersendiri bagi saya dan memengaruhi jadwal tidur," sambungnya.

Pada awalnya Xiao dan rekan-rekannya merespon positif program ini ketika pihak perusahaan mengumumkannya. Tetapi kemudian banyak dari mereka menyadari bahwa mencapai target 180.000 langkah lebih sulit daripada yang mereka duga, dan beberapa memutuskan untuk resign.

"Persyaratannya terlalu tinggi dan tidak ada imbalan. Kami seperti sedang mendapat hukuman. Semua orang merasa sangat lelah," ujarnya.

Wanita itu menambahkan bahwa selain memberi tekanan pada karyawan, skema perusahaan bahkan tidak membuat sebagian besar karyawan lebih sehat, karena banyak dari mereka menggunakan 'perangkat goyang' atau cara licik untuk mengelabui ponsel cerdas mereka ke dalam langkah pencatatan. Demikian dilansir dari Odditycentral, Rabu (5/12/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini