nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Anak Sembelit dengan Diolesi Minyak Kayu Putih, Mitos atau Fakta?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 481 1987351 atasi-anak-sembelit-dengan-diolesi-minyak-kayu-putih-mitos-atau-fakta-HkbgkeUDtG.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BAGI Anda yang pernah mengalami perut sembelit atau konstipasi pasti tahu tidak enaknya kondisi tersebut. Perut terasa begah dan bahkan ada rasa nyeri yang menghambat aktivitas. Tak hanya pada orang dewasa, konstipasi juga bisa terjadi pada anak-anak.

Konstipasi pada anak bisa menyebabkan masalah psikologis. Bukan tidak mungkin saat anak kesulitan mengeluarkan feses karena terlalu keras terjadi iritasi di dubur, hal ini dapat menimbulkan rasa perih dan membuat anak enggan buang air besar. Malah beberapa anak ada yang memilih untuk menahan buang air besar karena takut merasakan sakit.

“Faktor psikologis itu sangat kuat kalau menyangkut sembelit. Makanya untuk menangani sembelit tidak bisa cepat, harus kasih waktu. Kuncinya harus sabar,” tutur dokter spesialis anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (5/12/2018) di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

 (Baca Juga:Puing-Puing Kebakaran Jadi Latar Foto Pernikahan, Kisah Pengantin Ini Mengharukan)

Berbicara mengenai penanganan sembelit, ada mitos yang beredar di masyarakat yaitu mengoleskan minyak kayu putih atau penghangat lainnya di perut. Cara ini dianggap dapat mempermudah anak untuk buang air besar. Benarkah demikian?

“Cara itu hanya membuat perut lebih enak, tapi enggak bikin anak mudah untuk buang air. Barangkali penghangat itu bisa bikin anak rileks untuk mengeluarkan feses. Tapi bukan berarti kemudian kalau fesesnya keras sekali bisa dengan mudah keluar dengan minyak kayu putih atau penghangat lainnya karena itu sebetulnya tidak melunakkan,” terang dr Ariani.

Lebih lanjut dr Ariani menjelaskan bila minyak kayu putih dan semacamnya hanya sebatas membantu meredakan sakit perut. Selebihnya untuk mengatasi sembelit orangtua perlu mendorong anak untuk mengeluarkan feses.

“Ini menanamkannya tidak mudah. Orangtua harus memiliki hubungan yang baik dulu dengan anak,” tambahnya.

 (Baca Juga:Heboh Muasal Cendol, Enaknya Minum 3 Es Cendol Legendaris Ini)

Selain itu, diperlukan intervensi psikologis dan gaya hidup. Dari aspek psikologis, orangtua harus terus membiasakan anak buang air besar. Sementara dari segi gaya hidup anak harus dibiasakan minum air yang cukup serta banyak mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat. Konsumsi probiotik juga bisa membantu mengatasi sembelit.

“Tapi ingat, tidak ada magic meditation. Bukan berarti melakukan satu perubahan maka buang air menjadi lancar. Semuanya harus dibenahi dari segala aspek secara bertahap,” tutur dr Ariani.

Lantas, bagaimana dengan konsumsi obat sembelit yang dijual di pasaran? Apakah itu diperbolehkan?

“Paling bagus sebenarnya kalau mau minum obat sembelit, terutama dalam jangka panjang, harus dari dokter. Alasannya pertama, obat yang dikasih pasti tidak diserap tubuh sehingga tidak ada efek sampingnya. Kedua, dokter bisa mengawasi berapa lama waktu konsumsi dan dosisnya,” pungkas dr Ariani.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini