Pengalaman Berburu Buku di 4 Pusat Buku Bekas Jakarta

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 06 12 1987663 pengalaman-berburu-buku-di-4-pusat-buku-bekas-jakarta-7iCTPw6X4h.jpg source: novsabatini.com

PECINTA buku akan melakukan apa saja agar bisa menemukan koleksi buku yang lengkap, bermutu, sekaligus murah. Jika sudah pernah mengelilingi Jakarta, Anda pasti sudah akrab dengan berbagai pusat penjualan buku bekas. Selain menawarkan koleksi yang lengkap, ada kepuasan tersendiri dari berburu di antara tumpukan buku hingga menawarkan “harta karun”.

Penasaran? Inilah sekelumit pengalaman para pencinta buku yang rela berkeliling Jakarta demi buku bekas bermutu.

1. Berburu Komik di Pasar Senen (Tradisional)

 Airyrooms

Sumber : novsabatini.com

Pernah dengar istilah “Pasar Senen tradisional?” Julukan itu merujuk pada area Pasar Senen yang masih berupa bangunan lama, tidak termasuk dalam bangunan modern Senen Jaya. Di sini, ada beragam penjual buku bekas yang menjual komik, novel lawas, hingga buku-buku nonfiksi. Jumlah penjual buku di sini tidak sebanyak dulu karena ketatnya persaingan dengan lapak daring. Akan tetapi, peminat buku bekas di sini masih banyak.

Buku yang paling banyak diminati di sini adalah komik (terutama komik Jepang) serta novel dan majalah lawas. Sebagian besar buku yang dijual juga menggunakan kertas tipis mirip koran. Akan tetapi, kesenangannya adalah membolak-balik tumpukan buku hingga menemukan yang Anda cari.

2. Mengenang Adegan Film AADC di Kwitang

Anda yang pernah menonton Ada Apa dengan Cinta pasti ingat adegan Rangga dan Cinta yang berburu buku di Kwitang. Sayangnya, penjual buku di area Kwitang sudah tidak sebanyak dulu. Persaingan dengan lapak daring membuat banyak penjual gulung tikar. Akan tetapi, sekarang masih ada beberapa penjual atau toko yang bertahan, salah satunya adalah Restu Agung.

Buku yang dijual para pedagang yang masih bertahan di Kwitang cukup beragam. Jika beruntung, Anda bahkan bisa menemukan buku langka dengan harga relatif murah. Menawar juga diperbolehkan saat hendak membeli buku. Pergi ke Kwitang juga cukup mudah, karena bisa naik bus TransJakarta Koridor 2.

3. Belanja Buku tanpa Menawar di Delawas

Mengunjungi Toko Buku Bekas Delawas di Tanjung Duren sekarang sedikit berbeda dengan dulu. Semua buku sekarang diberi label harga, sehingga sedikit mengurangi kepuasan tawar-menawar harga dengan penjual. Akan tetapi, koleksinya masih melimpah, sehingga mengobati kekecewaan karena tidak bisa tawar-menawar.

Delawas buka dari pukul 07:00 pagi, dan koleksi bukunya lumayan lengkap. Anda bisa menghabiskan berjam-jam untuk membolak-balik koleksi buku di sini. Ada komik, novel, majalah, biografi, buku nonfiksi, dan masih banyak lagi.

4. Tambah Pengetahuan di Pasar Buku TMII

 Airyrooms

Sumber : foursquare.com

Belanja buku di pasar buku bekas Taman Mini Indonesia Indah selalu jadi pengalaman unik. Buku yang dijual di sini kebanyakan memang “kelas berat”, seperti buku bertema kebudayaan, sejarah, sastra, dan seni. Akan tetapi, kolektor buku lawas dan antik pasti akan merasa seperti di rumah saat berkunjung ke sini.

Area pasar buku ini luasnya mencapai sekitar 500 meter persegi, dan dibagi ke dalam kios-kios yang tertata rapi, jadi tidak ada buku yang digelar sembarangan di jalan. Kebanyakan buku bekas harganya antara 10 hingga 40 persen lebih murah dari harga aslinya, dan Anda masih bisa membayar. Buku-buku antik di sini banyak juga yang harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan Rupiah!

Walau banyak pasar buku bekas yang tutup atau menyusut di Jakarta, Anda masih tetap bisa berburu di tempat-tempat strategis seperti di atas. Jika Anda berasal dari Semarang, Jangan lupa memesan tiket pesawat Semarang Jakarta yang murah lewat website Airy, agar ada sisa banyak untuk memborong buku.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini