nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Video Siswi SMP Mengadu ke Hotman Paris, Psikolog Heran Sekolah Malah Mengancam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 06 196 1987546 viral-video-siswi-smp-mengadu-ke-hotman-paris-psikolog-heran-sekolah-malah-mengancam-EICRbKy5Ao.jpg

MENYEMBUHKAN trauma memang tidak mudah, apalagi bagi korban pemerkosaan. Biasanya, mereka tidak mau buka suara untuk menceritakan pengalaman buruk tersebut. Akibatnya, trauma yang terjadi pun akan sulit disembuhkan dan tidak bisa hilang.

Ketika korban sudah mau berkisah, berarti dia sudah siap dengan segala risiko dan tindakan itu juga menjadi cara dia untuk bangkit dari keterpurukan. Tapi, apa jadinya kalau korban pemerkosaan malah dipaksa bungkam?

Seperti yang dialami siswi SMP Barunawati 2 Jakarta Utara. Video dia curhat ke Pengacara Hotman Paris viral di media sosial. Sambil menahan tangis, perempuan itu menceritakan kisah tersebut.

Baca Juga: Viral Gadis Penjual Jamu Cantik, Keliling Cari Nafkah Usai Pulang Sekolah

Dalam keterangannya, dia menjelaskan bahwa dia diperkosa kakak pembina Pramukanya. Kejadian tersebut dia sudah laporkan ke pihak polisi tapi kemudian pihak sekolah memintanya untuk mencabut kembali laporan tersebut. Ya, korban dipaksa bungkam seribu bahasa!

Kejadian ini mendapat perhatian khusus Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi. Kepada Okezone dia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pihak sekolah jika benar seperti yang diutarakan si siswi, sangat salah.

"Seharusnya sekolah adalah tempat pertama yang membuat siswanya mendapatkan dukungan terutama psikologis saat siswa-siswinya mengalami permasalahan, bukan malah menyalahkan apalagi sampai mengancam balik," paparnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/12/2018).

Baca Juga: Viral, Ning-Ning si Orangutan Meremas Payudara Penjaga Kebun Binatang

Psikolog Mei melanjutkan, tentunya ada alasan khusus kenapa pihak sekolah melakukan hal tersebut jika benar. Salah satunya adalah agar nama sekolah tidak terbawa-bawa. "Saya bingung dengan cara berpikir sebagian dari kita ini. Mereka yang kena musibah malah dituduh balik!" tegasnya.

Dia menuturkan, sebetulnya kasus ini sama seperti kasus Nuril beberapa waktu lalu. Di mana pihak sekolah seolah kabur melihat permasalah dan bingung mendudukan persoalan sehingga jadi rancu dalam memandang masalah.

(mrt.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini