nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas Bahaya Mengintai dari Asap Vape

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 09:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 481 1987482 siapa-bilang-uap-vape-aman-malah-tingkatkan-risiko-serangan-jantung-hingga-kanker-0TKNgdcu79.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang beralih menghisap vape atau rokok elektrik, karena dianggap lebih aman dan tidak mengganggu orang di sekitarnya. Padahal, uap vape yang dianggap lebih aman sebenarnya juga berbahaya.

Akademi Sains Nasional dan Kesehatan Masyarakat Inggris menyebutkan bahwa perokok harus beralih sepenuhnya dari rokok tembakau jika ingin sehat. Tapi salah satu solusi penggantinya adalah menggunakan rokok elektrik, yang efeknya bisa memicu serangan jantung hingga kanker.

Vape pun menjadi perdebatan banyak ahli di dunia, karena isi kandungannya yang belum jelas. Peneliti akhirnya mendorong orang untuk mengenali bahwa rokok elektrik bisa mendatangkan masalah kesehatan untuk para penghisapnya.

Baca Juga: Viral Gadis Penjual Jamu Cantik, Keliling Cari Nafkah Usai Pulang Sekolah

 

Masalah utamanya adalah tingginya konsentrasi nikotin dalam cairan vape. Profesor Kesehatan dan Teknik Lingkungan di Universitas Johns Hopkins Kids Rule mengatakan, para pembuat perangkat ini gagal untuk mengatasi peningkatan risiko ketagihan, jika orang berhenti merokok. Dia pun tidak yakin bahwa vape dapat menurunkan kecanduan nikotin pada seseorang.

Memang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One bulan ini tidak menemukan bukti bahwa vape membantu perokok dewasa berhenti merokok. "Setelah hanya beberapa bulan menggunakan nikotin, remaja jadi lebih intens menggunakan vape, sampai mereka juga kehilangan harapan untuk bisa berhenti," kata Pediatrik Klinis di Rumah Sakit Anak Boston Nicholas Chadi seperti dilansir Okezone dari Businessinsider, Kamis (6/12/2018).

Banyak yang menentang dengan adanya kemunculan vape. Beberapa Kementerian Kesehatan di dunia, seperti Israel pun melarang penggunaan vape bagi siapa saja.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kerap Berpikiran Mesum, Anda Termasuk?

Padahal, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh para peneliti UCSF menyebut menghirup uap vape, termasuk menghirup logam beracun seperti timah, berpotensi menggandakan risiko seseorang terkena serangan jantung.

Selain menghirup tembakau dan tar yang dibakar, vaper juga menghirup logam beracun. Seperti kadmium dan berilium, serta unsur-unsur logam seperti nikel dan kromium, yang semuanya berakumulasi secara alami di daun-daun tanaman tembakau.

Bukan hanya itu, uap vape dan perangkatnya biasanya mengandung logam beracun. Seperti timbal yang berpotensi menggandakan risiko seseorang terkena kanker juga.

Temuan terbaru itu berasal dari studi besar di Universitas California, San Francisco. Studi ini menunjukkan orang yang menggunakan vape setiap hari, mungkin menghadapi dua kali risiko serangan jantung. Jauh berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang tidak melakukannya sama sekali .

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa merokok setiap hari, bisa menghadapi risiko tiga kali serangan jantung. Sementara orang yang menghirup uap vape saja bisa menghadapi hampir lima kali risiko.

Karena itu, Anda harus menjauhi benda yang bisa memicu risiko penyakit tersebut. Sebab, efeknya tidak muncul sekarang, tapi bisa dalam jangka panjang.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini