nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusakan Otak hingga Obesitas, Sederet Dampak Buruk Sering Begadang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 481 1987516 kerusakan-otak-hingga-obesitas-sederet-dampak-buruk-sering-begadang-eUVj75qtWC.jpg Dampak buruk dari begadang (Foto:Ist)

BEGADANG adalah sebuah aktivitas yang kerap dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Biasanya mereka terlalu sibuk bekerja hingga merupakan waktu yang sudah larut malam.

Kerjaan yang menumpuk serta deadline yang mepet, mengharuskan seseorang untuk begadang dan menyelesaikan seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tentunya tanpa disadari kebiasaan ini membawa dampak yang buruk bagi tubuh.

Salah satunya adalah faktor kesehatan. Seorang yang gemar begadang tentu berisiko memiliki berbagai penyakit dalam tubuhnya. Pasalnya, tubuh diforsir untuk bekerja diluar kapasitasnya.

Baca Juga: Viral Gadis Penjual Jamu Cantik, Keliling Cari Nafkah Usai Pulang Sekolah)

(Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kerap Berpikiran Mesum, Anda Termasuk?)

(Baca Juga: Gemasnya Tingkah Ryan, Youtuber Cilik dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia)

Menyadur dari Power of Positivy, Kamis (6/12/2018), Okezone akan membahas mengenai lima dampak begadang bagi kesehatan tubuh.

1.Begadang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia

Sistem kekebalan tubuh kita terkait erat dengan siklus tidur dan bangun yang rentan, siklus ini disebut dengan ritme sirkadian. Dalam keadaan alami ritme sirkadian manusia diprogram selama 12 jam cahaya dan 12 jam gelap. Ketika jam internal tubuh ini dipermainkan, sistem kekebalan tubuh manusia akan menderita.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science, peneliti mengamati efek negatif mempermainkan ritme sirkadian. Gangguan siklus tidur akan meningkatkan sel imun proinflamasi. Yang berisiko menyebabkan infeksi bakteri dan jamur.

2.Begadang buruk untuk kesehatan otak

Para ilmuwan di Aachen University di Jerman melakukan pemindaian otak dari 59 orang yang dikategorikan ke dalam tiga kelompok yakni 16 orang yang bangun pagi, 23 orang yang suka begadang dan 20 orang yang melakukan keduanya. Menganalisis hasil pemindaian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa orang yang begadang memiliki lebih sedikit integritas materi putih di berbagai area otak.

Materi putih di otak adalah jaringan lemak yang memfasilitasi komunikasi antara neuron dimana otak mengirim sinyal ke berbagai area tubuh untuk mengaktifkan sistem on atau off. Tingkat materi putih yang tidak proporsional menekan kemampuan otak untuk mengirimkan sinyal ini ke seluruh otak dan tubuh.

Sampai saat ini, tingkat materi putih yang abnormal telah dikaitkan dengan depresi dan gangguan fungsi kognitif.

3. Begadang merusak kebiasaan makan dan obesitas

Selain memiliki sistem kekebalan yang lemah dan otak yang tidak sehat, begadang juga bisa menyebabkab obesitas. Dalam studi 52-orang yang dilakukan di Universitas Northwestern, dan diterbitkan dalam jurnal Obesity, para peneliti menemukan hubungan antara pola tidur dan kebiasaan makan yang buruk.

"Ketika tidur dan makan tidak selaras dengan jam internal tubuh, itu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan,” tutur Dr Phylliss Zee, selaku penulis studi.

Berikut adalah beberapa temuan khusus dari penelitian tentang dampak begadang:

Makan 248 lebih banyak kalori sepanjang hari.

Mengonsumsi dua kali lebih banyak makanan cepat saji.

Mengonsumsi setengah buah dan sayuran.

Minum lebih banyak soda dengan kalori penuh.

Memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi, dan ukuran berat badan.

4.Begadang mengubah produksi melatonin dalam tubuh

Melatonin adalah hormon yang diproduksi di kelenjar pineal yang mengatur tidur dan terjaga. Paparan cahaya menstimulasi jalur dari retina mata ke hipotalamus otak, tempat nukleus suprachiasmatic (SCN) berada. Selain memproduksi melatonin, SCN memancarkan sinyal ke bagian otak yang mengontrol suhu tubuh dan tingkat hormon.

Biasanya, respons fisiologis tersebut terjadi sekira pukul 9 malam. Sebagai contoh orang yang suka begadang, meskipun tidak sepenuhnya waspada, mereka jauh dari tertidur. Otak dan tubuh terprogram dengan baik untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, termasuk aktivitas yang ditimbulkan sendiri.

Artinya orang yang suka begadang akan kekurangan produksi melatonin dan karena sedikitnya melatonin tersedia maka dapat menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi hormon.

5.Meningkatkan risiko diabetes dan sindrom metabolik

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, Pria yang suka begadang lebih cenderung berpotensi mengalami diabetes sementara perempuan yang gemar begadang dua kali lebih mungkin untuk memiliki sindrom metabolik ekivalen mereka akan meningkat.

Jadi, setelah mengetahui berbagai macam dampak buruk begadang bagi kesehatan, ada baiknya untuk menguranginya dan biasakan pola hidup sehat ya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini