nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusakan Otak hingga Obesitas, Sederet Dampak Buruk Sering Begadang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 481 1987516 kerusakan-otak-hingga-obesitas-sederet-dampak-buruk-sering-begadang-eUVj75qtWC.jpg Dampak buruk dari begadang (Foto:Ist)

3. Begadang merusak kebiasaan makan dan obesitas

Selain memiliki sistem kekebalan yang lemah dan otak yang tidak sehat, begadang juga bisa menyebabkab obesitas. Dalam studi 52-orang yang dilakukan di Universitas Northwestern, dan diterbitkan dalam jurnal Obesity, para peneliti menemukan hubungan antara pola tidur dan kebiasaan makan yang buruk.

"Ketika tidur dan makan tidak selaras dengan jam internal tubuh, itu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan,” tutur Dr Phylliss Zee, selaku penulis studi.

Berikut adalah beberapa temuan khusus dari penelitian tentang dampak begadang:

Makan 248 lebih banyak kalori sepanjang hari.

Mengonsumsi dua kali lebih banyak makanan cepat saji.

Mengonsumsi setengah buah dan sayuran.

Minum lebih banyak soda dengan kalori penuh.

Memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi, dan ukuran berat badan.

4.Begadang mengubah produksi melatonin dalam tubuh

Melatonin adalah hormon yang diproduksi di kelenjar pineal yang mengatur tidur dan terjaga. Paparan cahaya menstimulasi jalur dari retina mata ke hipotalamus otak, tempat nukleus suprachiasmatic (SCN) berada. Selain memproduksi melatonin, SCN memancarkan sinyal ke bagian otak yang mengontrol suhu tubuh dan tingkat hormon.

Biasanya, respons fisiologis tersebut terjadi sekira pukul 9 malam. Sebagai contoh orang yang suka begadang, meskipun tidak sepenuhnya waspada, mereka jauh dari tertidur. Otak dan tubuh terprogram dengan baik untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, termasuk aktivitas yang ditimbulkan sendiri.

Artinya orang yang suka begadang akan kekurangan produksi melatonin dan karena sedikitnya melatonin tersedia maka dapat menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi hormon.

5.Meningkatkan risiko diabetes dan sindrom metabolik

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, Pria yang suka begadang lebih cenderung berpotensi mengalami diabetes sementara perempuan yang gemar begadang dua kali lebih mungkin untuk memiliki sindrom metabolik ekivalen mereka akan meningkat.

Jadi, setelah mengetahui berbagai macam dampak buruk begadang bagi kesehatan, ada baiknya untuk menguranginya dan biasakan pola hidup sehat ya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini