nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya Ingin Tidur Sepanjang Hari Ketika Hujan? Awas Bisa Jadi Kena Depresi Ringan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 481 1987554 hanya-ingin-tidur-sepanjang-hari-ketika-hujan-awas-bisa-jadi-kena-depresi-ringan-KwCjPPOQnc.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone/Heru)

MEMASUKI musim penghujan, kondisi jalanan pun semakin macet. Kondisi ini terkadang membuat Anda merasa frustrasi, karena hujan yang datang di saat tidak terduga bisa mengacaukan jadwal yang telah disusun.

Bila Anda termasuk orang yang sangat merasa terganggu dengan perubahan musim ini, bisa jadi Anda mengalami gangguan afektif musiman atau seasonal affective disorder (SAD).

Sesuai dengan namanya, kondisi ini berkaitan dengan masalah kesehatan mental yaitu depresi ringan. Bukan tidak mungkin perubahan musim membuat orang menjadi malas untuk beraktivitas. Sebagai contoh, ketika hujan datang seharian, tidak sedikit orang yang memilih untuk menarik selimut dan tertidur kembali, padahal ini adalah sesuatu yang salah.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kerap Berpikiran Mesum, Anda Termasuk?

"Jika Anda memilih untuk tertidur kembali, itu adalah hal terburuk yang Anda lakukan. Lebih baik lakukan hal sebaliknya yaitu dapatkan lebih banyak cahaya, bangkit dari tempat tidur, dan aktif," ujar Norman Rosenthal, MD, seorang profesor psikiatri klinis di Georgetown University School of Medicine seperti yang dikutip Okezone dari Health, Kamis (6/12/2018).

SAD yang merupakan depresi ringan sebenarnya bisa ditangani sendiri. Tapi pada beberapa kasus, ada orang yang sangat depresi karena perubahan musim sehingga perlu menemui dokter atau terapis. Bagi Anda yang merasa memiliki masalah dengan perubahan musiman dan ingin mengatasinya sendiri, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan :

Coba terapi cahaya

Mendapatkan lebih banyak cahaya terang setiap hari, terutama di pagi hari, telah dibuktikan dalam beberapa penelitian menjadi terapi yang efektif untuk meningkatkan suasana hati. Terapi cahaya dari lampu, sinar, atau apapun itu dianggap membantu menutupi kekurangan cahaya alami selama musim hujan. Cahaya yang mengenai retina mata akan diubah menjadi impuls saraf yang kembali ke daerah khusus otak yang terlibat dalam regulasi emosi.

Baca Juga: Viral Seberapa Miskin Elo di Medsos, Jawaban Netizen Bikin Ngakak!

Tangkap beberapa sinar

Gangguan afektif musiman menyerang ketika ada kelangkaan cahaya alami. Jadi berada di bawah sinar alami ketika matahari bersinar dapat membantu mengatasi orang dari keputus-asaan musiman. Sinar matahari meningkatkan kadar serotonin yaitu zat kimia yang mengatur suasana hati sehingga membantu sel-sel otak berkomunikasi.

Olahraga

Latiha rutin sangat bagus untuk tubuh dan pikiran. Latihan memompa jantung mengurangi gejala depresi secara umum dan juga menguntungkan orang dengan SAD. Olahraga dapat meningkatkan kadar neurotransmiter "rasa baik" di otak, sehingga mungkin mendorong pertumbuhan sel-sel otak atau mungkin memiliki efek meditatif. Studi menunjukkan latihan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan cahaya.

Hindari junk food

Ketika seseorang terjebak dalam depresi musiman, dirinya mungkin tergoda untuk mengonsumsi makanan manis dan mengandung zat tepung. Makanan ini memang memberi dorongan energi dengan cepat tapi tidak bertahan lama.

Sebuah penelitian besar menemukan wanita yang mengonsumsi karbohidrat dan memiliki kadar gula darah lebih tinggi akan memiliki risiko depresi yang lebih besar. Sedangkan mereka yang lebih banyak mengonsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian memiliki insidensi depresi yang lebih rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini