nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Kesalahpahaman Sakit Jantung yang Renggut Nyawa Benyamin Sueb dan Basuki

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 04:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 06 481 1987800 mengenal-kesalahpahaman-sakit-jantung-yang-renggut-nyawa-benyamin-sueb-dan-basuki-GGStVfmUxx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MITOS dan kepercayaan keliru masih kuat beredar di lingkungan sosial kita. Tidak jarang, kepercayaan tersebut menyesatkan dan berakibat fatal.

Maka dari itu, penting bagi kita sekarang untuk mengedukasi diri sendiri agar konsep keliru tersebut tidak diamini dan membuat nyawa Anda melayang. Jangan seperti kasus yang pernah terjadi dengan kedua publik figur tanah air.

Ya, Director of Cardiology Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Dasaad Mulijono MBBS (Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD, mengutarakan bahwa ada cerita salah paham di balik meninggalnya dua sosok tersebut.

Dokter Dasaad mencontohkan Seniman Benyamin Sueb, sosok ini ternyata awalnya mengalami sakit di dada. Rasa tidak enak di dada itu membuat dia pergi ke Rumah Sakit Harapan Kita. Dokter pun mendiagnosis kalau Benyamin Sueb mengalami serangan jantung dan harus menjalani kateterisasi.

Baca Juga: Menakjubkan, Begini Wujud Replika Bahtera Nuh yang Habiskan Biaya Rp23 Miliar

Sayangnya, saat itu Benyamin minta pulang paksa karena dia merasa itu bukan serangan jantung, tapi angin duduk. "Dia percaya itu adalah angin duduk," terang dr Dasaad pada Okezone di RS Bethsaida Gading Serpong, Tangerang.

Nah, menurut dr Dasaad, orang Betawi punya kepercayaan sendiri di mana kalau mengalami angin duduk, obatnya adalah dikerokin. Sayangnya, obat tersebut terbukti tidak ampuh, dan Benyamin Sueb pun harus tutup usia besoknya.

Selain Benyamin, aktor lainnya adalah Basuki. Dokter Dasaad menjelaskan bahwa dokter yang menangani Basuki adalah rekannya sendiri. Menurut paparan temannya, Basuki sudah dianjurkan untuk katerisasi karena ada sumbatan di jantungnya.

Tapi, Basuki diketahui malah memilih mendengarkan bisikan tetangganya, yang mana menjelaskan bahwa solusi dari sumbatan tersebut adalah melakukan olahraga berat. "Tetangganya bilang gini, 'Oh kalau ada sumbatan, obat yang paling ampuh adalah olahraga yang berat," ungkap dr Dasaad.

Baca Juga: Viral, Ning-Ning si Orangutan Meremas Payudara Penjaga Kebun Binatang

Ya, teori masyarakat yang sangat keliru dan masih banyak dipercaya. Ketika ada sumbatan, Anda lebih baik melakukan olahraga yang berat, nanti sumbatannya copot. "Akhirnya dia besoknya futsal. Meninggal," ujar dr Dasaad.

Salah persepsi semacam ini tentunya mesti dihindari. Jika memang tubuh Anda sudah merasakan hal yang tidak seperti biasanya dan memberikan efek yang kurang baik untuk tubuh, sebaiknya Anda mendengarkan saran dokter dan mengikuti semua treatment yang dianjurkan. Ingat, ini demi kesehatan Anda sendiri.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini