nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mudah Mencegah Impotensi, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 485 1987648 cara-mudah-mencegah-impotensi-ini-yang-harus-kamu-lakukan-4Nj31Oc4Z2.jpg Ilustrasi Disfungsi Ereksi

DISFUNGSI Ereksi atau impotensi tidak hanya memengaruhi kaum pria, namun juga memberikan dampak negatif kepada pasangan mereka.

Meski dampaknya luar biasa, faktanya sampai saat ini masih banyak mitos atau anggapan yang keliru tentang impotensi sehingga diperlukan edukasi.

"Banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari norma dan budaya menjadi salah satu penyebab keengganan pria penderita disfungsi ereksi untuk berkonsultasi dengan dokter dan cenderung memilih untuk mengobati sendiri. lni perilaku yang perlu diubah," terang spesialis Andrologi dr. Susanto Suryaatmadja MS. Sp ketika menjadi narasumber Seminar Media tentang Disfungsi Ereksi di Surabaya.

Edukasi, kata dr Susanto, sangat penting mengingat impotensi merupakan penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Disfungsi ereksi pada pria dapat menyebabkan frustrasi, rendahnya percaya diri dan perasaan tidak mampu yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi dan agresivitas.

Akibatnya, hubungan pribadi, keluarga, bahkan sosial juga dapat terpengaruh jika dibiarkan tanpa perawatan. Oleh karena itu kesadaran pasien terhadap penyebab disfungsi ereksi dan pentingnya berkonsultasi dengan dokter merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.

Hasil studi Global Study of Sexual Attitudes and Behaviors (GSSAB) yang melibatkan 27.500 responden pria dan wanita dari 29 negara, menunjukkan bahwa kebanyakan pria dan wanita dengan disfungsi seksual tidak berkonsultasi dengan dokter.

Perilaku seksual dapat dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya faktor budaya. Pria Asia dikenal konservatif terhadap seks dan kurang aktif secara seksual dibandingkan pria Barat. Kendala lain untuk menemui dokter adalah dari sisi biaya, akses dan ketersediaan perawatan medis yang terbatas.

Faktor-faktor sosial budaya dan ekonomi ini tampaknya menjadi penghalang orang mencari dan memperoleh perawatan medis. Temuan ini menyiratkan bahwa kesadaran publik tentang impotensi diperlukan untuk mendorong Iaki-laki agar berkonsultasi dengan dokter.

Dokter Susanto menyatakan, penderita disfungsi ereksi perlu menyadari bahwa impotensi disebabkan beberapa faktor di antaranya penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes. Persepsi bahwa impoten hanya menyerang pria lebih tua adalah angapan yang harus diluruskan.

(Baca Juga: Viral Gadis Penjual Jamu Cantik, Keliling Cari Nafkah Usai Pulang Sekolah)

Sebab disfungsi ereksi dapat menyerang semua pria tanpa mengenal batas usia. Pada usia muda, pria juga sudah mulai memiliki kondisi medis yang berisiko terkena disfungsi ereksi seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. 

Disfungsi ereksi dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Pola makan dengan gizi seimbang, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol berlebihan. Aktivitas fisik juga berperan dalam meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis.

"Gaya hidup sehat tidak hanya bermanfaat mencegah disfungsi ereksi namun bisa juga untuk mencegah penyakit penyakit penyebab disfungsi ereksi," jelas Susanto.

(Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kerap Berpikiran Mesum, Anda Termasuk?)


(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini