nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca dari Kasus 6 Selebriti Kebobolan 'Ngendorse' Kosmetik Palsu, Apa yang Membuat Mereka Sangat Dipercaya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 611 1987473 berkaca-dari-kasus-6-selebriti-kebobolan-ngendorse-kosmetik-palsu-apa-yang-membuat-mereka-sangat-dipercaya-AO250lUeZg.jpg Bahaya Kosmetik Palsu (Foto: CBSNews)

DIREKTORAT Reserse Kriminal Polisi Daerah Jawa Timur baru saja membongkar kasus kosmetik palsu yang juga diendorse ke selebriti. Ada 6 inisial artis yang tercatut dalam kasus ini, yaitu VV, NR, OR, MP, NK, dan DK.

Melihat kasus ini secara luas, bahaya dari kosmetik palsu memang menjadi poin utama, tapi ada hal yang menarik selain itu. Adalah kepercayaan masyarakat pada para influencer atau selebriti.

Pernah kan Anda mendengar kalimat ini; "Tau nggak, si artis itu saja pakai, masa kamu nggak mau jajal? Nggak mungkinlah artis ngiklanin produk palsu?" Dan boom! Artis pun kebobolan. Kalau sudah begini bagaimana?

Baca juga: Ukuran Jari Telunjuk dan Jari Manis pada Wanita Ungkap Kesetiaannya

Ada asas kepercayaan pada para kostumer terhadap influencer ini. Tapi, sadarkah Anda kenapa mereka begitu dipercaya? Pada Okezone, Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena sosok selebriti itu dikenal luas publik.

"Karena dikenal, mereka memiliki banyak fans dan para pengagum. Dengan kriteria tersebut, tentu akan sangat mudah memengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang mereka lakukan," terangnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Gemasnya Tingkah Ryan, Youtuber Cilik dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia

Senada dengan pernyataan Psikolog Mei, dalam laman Olapic, dijelaskan bahwa kekuatan influencer untuk bisa dipercaya publik, salah satunya adalah dari jumlah pengikutnya di media sosial.

Konsep berpikir 'Makin banyak yang follow, makin dipercaya' masih dibenarkan di sosial kita. Kalau sudah begini, akhirnya mereka yang memiliki followers bejibun akan cukup mudah dipercaya dan karena itu pemikiran "Mana mungkin artis nerima produk palsu" muncul.

Kembali ke pembahasa di awal, lalu kenapa publik bisa memercayai infleuncer?

Satu hal yang mesti digarisbawahi di sini, kepercayaan publik terhadap influencer dibagi dalam beberapa kelompok sosial. Ada publik yang percaya dengan si A karena kepribadiannya yang dianggap sangat baik, beberapa mengungkapkan percaya karena keaslian sosok tersebut.

Dalam laman Olapic ini, diketahui bahwa perempuan 44% mengatakan mereka percaya karena produk yang ditawarkan verified dan punya bukti kuat terkait hasil. Sementara itu, 41% pria lebih cenderung melihat sisi "keahlian" si influencer ini mengendorse produk iklan.

Ya, bisa dikatakan bahwa kemampuan para influencer dalam meyakinkan pengikutnya harus sangat baik. Sebab, semakin dia dipercayai publik, maka kecil kemungkinan terjadinya penyangkalan yang berujung pada ketidak percayaan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini