nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi Membuktikan: Rumah adalah Tempat Paling Berbahaya bagi Perempuan

Risda Nadiva, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 196 1988078 studi-membuktikan-rumah-adalah-tempat-paling-berbahaya-bagi-perempuan-ZTAGyXm0vH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEJAHATAN terhadap kaum hawa memang kerap terjadi di beberapa tempat. Entah itu pelecehan seksual ataupun kekerasan pada wanita. Oleh karena itu, banyak wanita pun enggan bepergian dan lebih nyaman berada di rumah.

Tapi jangan salah, sebuah penelitian yang dilakukan oleh PBB unit Narkoba dan Kejahatan (UNODC), menyatakan bahwa rumah adalah tempat paling berbahaya bagi perempuan. Sebuah studi baru-baru ini yang menyatakan bahwa enam wanita dibunuh setiap jam di seluruh dunia oleh orang yang mereka kenal.

Menurut Direktur Eksekutif UNODC Yury Fedotov, sebagian besar korban pembunuhan adalah laki-laki. Mereka dibunuh oleh pasangannya dan keluarga, sementara untuk mayoritas pria dibunuh oleh orang asing.

Baca Juga: Hadir di Acara Resepsi Diplomatic Corps, Kate Middleton Cantik Bak Dewi Yunani

Menurut laporan itu, perempuan yang tinggal di wilayah Afrika dan Amerika paling berisiko dibunuh oleh orang terdekatnya. Benua yang paling tidak aman bagi perempuan adalah Afrika dengan tingkat sekitar 3,1 korban per 100.000 perempuan.

Sementara di Amerika, 1,6 korban per 100.000 perempuan. Terakhir, Eropa yang merupakan tempat teraman dengan 0,7 korban per 100.000 penduduk perempuan. Demikian seperti dilansir dari psychologytoday.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggambarkan kekerasan terhadap perempuan sebagai “pandemi global”. Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dewasa dan anak adalah manifestasi dari kurangnya rasa hormat yang mendalam.

Baca Juga: Pesona Imut Billa Barbie, Gadis yang Ditawari Jadi Asisten Pribadi Hotman Paris

Studi pun mencatat bahwa perempuan tidak mendapatkan rasa aman di rumahnya. Oleh karena itu, untuk mencegah dan menangani kasus pembunuhan perempuan yang berkaitan dengan gender, pria perlu dilibatkan dalam upaya memerangi kekerasan pasangan intim atau pembunuhan keluarga. Selain itu, norma-norma budaya perlu diubah sehingga jauh dari maskulinitas dan stereotip gender.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini