nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Toilet Training Ternyata Berkaitan dengan Hasrat Seksual Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 196 1988341 toilet-training-ternyata-berkaitan-dengan-hasrat-seksual-anak-K35QuRH1LK.jpg Ilustrasi (Foto: Lemishine)

PROSES tumbuh kembang anak di seribu hari pertama kehidupan sangatlah penting. Tak hanya sekadar nutrisi, pola perilaku yang diajarkan pun harus menjadi perhatian. Salah satunya adalah toilet training. Meskipun kelihatannya sepele, perilaku ini bukan semata membuat anak belajar tidak mengompol.

Menurut psikolog anak dan remaja, Novita Tandry, M.Psych, toilet training bukan hanya cara untuk anak berlatih menahan, mengontrol, dan melepaskan hasrat buang air. Pelatihan ini berkaitan dengan pencarian identitas diri anak di masa dewasa. Termasuk mengenai hasrat seksual terhadap lawan jenis.

“Berbicara mengenai proses tumbuh kembang yang berkaitan dengan hasrat seksual seorang anak, ada satu hal yang harus menjadi perhatian orangtua yaitu anal stage. Tahap ini sudah dimulai pada usia 1,5 tahun di mana anak biasanya sudah belajar toilet training. Di sini anak belajar pengontrolan diri,” terang Novita kepada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (7/12/2018).

 (Baca Juga:Alya Nurshabrina Dapat Dukungan dari Anak-Anak 'Spesial' dari Pulau Kei)

Dirinya menjelaskan, ketika lahir di otak anak ada 500 miliar sinapsis yang tersambung. Seiring tumbuh kembang anak hingga usia dua tahun, ada sekira ratusan triliun sinapsis yang akan tersambung. Pada saat itulah anak seharusnya diberikan stimulasi yang tepat karena akan membentuk kepribadiannya di masa dewasa.

“Fungsi kognitif otak kaitannya dengan kognitif dan intelektual anak pada saat dewasa. Ada yang mengatakan otak manusia dewasa adalah 1,3 kg, sedangkan di usia 2-3 tahun beratnya sudah mencapai 1,1 kg. Jadi bayangkan betapa banyaknya sinapsis di otak di usia krusial ini. Bila sinapsis itu tidak tersambung melalui stimulasi, maka nanti jumlah sinapsis berkurang, terjadi pemangkasan, atau menurun,” tutur Novita.

 (Baca Juga:Studi Membuktikan: Rumah adalah Tempat Paling Berbahaya bagi Perempuan)

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar para orangtua jangan terlalu sering membiarkan anak menggunakan popok atau diapers. Sebab hal itu akan memengaruhi cara anak mengontrol diri termasuk menyalurkan ketertarikan pada lawan jenis. Tidak menutup kemungkinan anak akan menyukai lawan jenis yang usianya jauh lebih tua. Meskipun tidak salah tapi hal ini masih dianggap tidak wajar oleh masyarakat.

Pada laki-laki kondisi ini dikenal dengan istilah Oedipus complex di mana dirinya menyukai perempuan lebih tua yang bahkan usianya bisa menyamai ibunya. Sedangkan pada perempuan kondisi ini dikenal dengan istilah Electra complex di mana mereka lebih senang menjalin hubungan dengan laki-laki lebih tua yang seperti ayahnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini