nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muncul Fenomena Rasul Palsu, Kenapa Sih Bisa Terjadi?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 11:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 481 1988053 muncul-fenomena-rasul-palsu-kenapa-sih-bisa-terjadi-Sppl2GbhCS.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

SEORANG lelaki bernama Sensen Komara viral di media sosial karena dirinya mengaku sebagai Rasul. Meski dia sudah menyalahi aturan, tapi tetap saja banyak pengikutnya.

Tak sedikit masyarakat fanatik dengan sosok Sensen Komara si Rasul palsu. Lelaki tua asal Garut, Jawa Barat, itu sampai niat membuat surat pernyataan bahwa dirinya yakin sebagai Rasul.

Sensen Komara menyebut bahwa keyakinannya itu muncul dari petunjuk mimpi dan munajat dirinya dengan para pengikutnya. Entah mengapa bisa pengikutnya bisa percaya dengan ucapannya, yang mungkin bikin kita ikut heran melihatnya.

Peneliti Rukun Islam, Khairul Anam, meluruskan fenomena tersebut. Menurut dia, kejadian seperti ini bukan sekali saja. Banyak kasus lain yang lebih menohok, misalnya kasus Kanjeng Dimas, yang mana pengikutnya adalah kalangan pelajar berpendidikan tinggi, pebisnis sampai profesor.

Baca Juga: Pesona Imut Billa Barbie, Gadis yang Ditawari Jadi Asisten Pribadi Hotman Paris

"Catatannya adalah masyarakat itu kadang butuh sesuatu yang bersifat spiritual. Ketika ada orang datang menawarkan solusi spiritual, pasti disambut baik," beber Khairul yang juga Dosen UNUSIA saat dihubungi Okezone.

Meskipun sebenarnya, bukti spiritual tersebut menganut beberapa praktik, entah itu direkayasa atau tidak. Jadinya, kebutuhan spiritual itu jadi hal dasar yang dibutuhkan manusia setiap hari.

Dari sisi ketentuan Islam, sambung Khairul, kasus pengakuan Rasul tersebut memang tidak dibenarkan. Kalaupun ada, istilahnya bukan Rasul, tapi dia adalah sosok kyai atau pembaharu.

Meski demikian, tetap tidak boleh melewati ketentuan agama karena tidak bisa dilanggar, "Kalaupun mengaku sebagai tokoh agama, kyai atau pembaharu itu masih bisa dan dibenarkan," pungkasnya.

Baca Juga:  Gaya Aduhai Intan Hardja yang Ngaku Berhubungan Seks dalam Mobil dengan Brondong

Sebelumnya, Psikolog Sani Budiantini menyebut bahwa Sensen Komara sebenarnya menderita psikotik. Penyakit tersebut merupakan gejala awal penyakit jiwa, yakni terputus dari realita.

Menurutnya, Sensen Komara adalah sosok orang yang sulit menilai kenyataan hidup. Ciri-cirinya, yakni berupa halusinasi, perilaku yang kacau, sampai bicara aneh-aneh. Selain itu, Sensen Komara juga mengalami depresi, yang mengarah pada penyakit skizoafektif dan gangguan bipolar.

Sani pun menanggapi fenomena ini, yang mana banyak pengikut Sensen Komara karena dianggap bisa memberikan spiritual dengan baik. Menurut dia, para pengikutnya sulit membedakan hal benar atau salah. Pasalnya, banyak masyarakat yang tidak punya bekal cukup untuk menerima fenomena di lingkungan sekitarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini