nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menurut Ahli, 7 Sifat Kepribadian Ini Bisa Jadi Penyebab Perceraian

Salma Nafisa, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 196 1989207 menurut-ahli-7-sifat-kepribadian-ini-bisa-jadi-penyebab-perceraian-UIKFRJ7BY5.jpg Kepribadian tertentu bisa memicu perceraian (Foto: Independent)

BEGITU banyak faktor penyebab percerain, dimulai dari ketidak cocokan hingga perselingkuhan. Namun perlu Anda ketahui bahwa ternyata sifat-sifat kepribadian seseorang juga dapat menjadi penyebab perceraian.

"Saya telah melihat banyak ciri kepribadian yang berbeda yang menyebabkan perceraian, contohnya seperti sikap narsisme dan keegoisan," Melissa M. Breyer dengan The Hive Law, Pengacara Perceraian di Atlanta mengatakan kepada Bustle.

"Ketika orang-orang datang kepada saya, sudah jelas bahwa masing-masing pihak begitu fokus berbicara tentang mereka yang merasa telah dirugikan daripada mendengarkan untuk mencari solusi bagaimana agar mereka bisa memperbaiki masalahnya," sambungnya.

Hal ini adalah penyebab mereka yang mengatakan bahwa kebanyakan pasangan yang bercerai cenderung kurang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan hanya mendengarkan.

Kenyataannya adalah, perceraian bisa terjadi pada pasangan mana pun terlepas dari tipe kepribadian yang terlibat. Kita semua memiliki sifat yang bagus untuk hubungan dan yang tidak. Seperti Mary E. Ramos, pengacara hukum keluarga dan fivorce di Ramos Law Group, PLLC, mengatakan kepada Bustle, sifat-sifat "buruk" seharusnya tidak dilihat sebagai kegagalan pribadi, tetapi sebagai sesuatu yang harus dikerjakan bersama pasangan Anda.

"Saya berharap bahwa pasangan yang merasakan sifat-sifat ini dalam diri mereka sendiri atau pasangan mereka dapat mengetahui dan bekerja sama untuk mendapatkan sebuah solusi akhir dari maasalah keluarga mereka," kata Ramos.

Berikut adalah ciri-ciri kepribadian yang mungkin dapat memprediksi perceraian, menurut para ahli:

1.Conflict Anxiety

Mungkin hal ini tidak selalu terlihat, tetapi berkelahi dengan pasangan bisa menjadi pertanda bahwa hubungan yang sehat. Menurut Breyer, itu menunjukkan bahwa Anda berdua cukup nyaman untuk membicarakan masalah saat salah satu dari Anda merasa dirugikan. “Entah bagaimana kami telah melatih diri kami untuk berpikir bahwa jika kami berkelahi secara terus-menerus berarti kami tidak lagi cocok," katanya.

"Tetapi dalam kenyataannya, beradu argumen ini perlu dan memungkinkan kita mengetahui hal-hal yang berjalan sebagaimana mestinya," tambahnya.

Ketika Anda menghindar untuk mengekspresikan diri, Breyer mengatakan bahwa Anda hanya "mengulur-ulur" masalah yang mungkin Anda miliki, yang tidak sehat bagi Anda dan hubungan Anda. "Pada akhirnya, emosi meledak, dan ketika hal ini terjadi, hal ini akan menyebabkan memendam kebencian, kesedihan, dan kekecewaan," katanya. Dan hal ini akhirnya dapat menyebabkan perceraian.

bertengkar

2. Ketidakmampuan Untuk Menerima Tanggung Jawab Atas Tindakan Seseorang

Narsisme adalah salah satu ciri kepribadian yang Breyer dan Ramos setuju dapat memprediksi kemungkinan perceraian. Salah satu ciri utama seorang narsisis adalah kecenderungan untuk menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri. Menurut Ramos, mereka sering tidak mau atau tidak dapat menerima bahkan untuk bertanggung jawab secara parsial, sehingga hal ini dapat memperpanjang konflik dan memunculkan kebencian.

"Saya telah melihat ini sampai pada titik di mana seorang hakim perlu memutuskan siapa yang benar-benar bersalah selama proses perceraian. Jika Anda menginginkan hubungan yang sehat, belajarlah untuk menerima sebuah tanggung jawab," ungkapnya.

Baca Juga: Harbolnas Sebentar Lagi, Diskon 50 Persen di E-Commerce Ini Siap Bertebaran!

3. Selalu Fokus Pada Dirinya Sendiri

Jika seseorang selalu fokus pada dirinya sendiri dan tidak menunjukkan empati terhadap pasangannya, meminimalkan perasaan pasangannya, atau melintasi batasan, psikoterapis Laura Dabney, M.D., mengatakan kepada Bustle, hal ini menjadi kemungkinan akan meningkatkan risiko perceraian. Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa individu menempatkan diri dan membutuhkan empati atas pasangannya.

"Sifat-sifat kepribadian narsistik sulit untuk dilalui jika Anda tidak tahu bagaimana menghadapinya," kata Dr. Dabney. Hal ini akan menjadi sifat yang dapat menyebabkan banyak masalah pernikahan," tuturnya.

4. Pembohong Patalogis

Pembohong patologis akan terus membelokkan kebenaran dan akan berusaha keras untuk mempertahankan kebohongannya. Menurut Ramos, beberapa orang bahkan percaya kebohongan mereka sendiri. "Hal ini sangat merusak bersamaan dengan kecenderungan narsistik, karena orang seperti itu akan melangkah lebih jauh untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka atau meminta maaf kepada pasangannta," ucapnya, hal ini hanya akan menyebabkan masalah lebih parah di dalam sebuah pernikahan.

5. Tidak Berkomunikasi

Komunikasi adalah fondasi dari hubungan yang sehat. Menurut Ramos, seseorang yang tidak bisa atau menolak untuk berkomunikasi secara terbuka tentang perasaan mereka dengan pasangannya, yang tidak membuat pasangan mereka merasa nyaman melakukannya, cenderung memiliki hubungan yang tidak sehat. Karena masalah tidak dapat didiskusikan, atau masalah berhasil diatasi, akan sulit untuk mempertahankan hubungan seperti ini.

pasutri

6. Mengesampingkan Diri

"Merendahkan diri untuk menjadi bahan tawaan telah menjadi sesuatu yang umum saat ini," kata Breyer. "Dimulai dari candaan yang santai hingga terus-menerus akan mendesak dirinya sendiri, maka hal ini cenderung membuat keretakan dalam sebuah hubungan."

Agar berada dalam hubungan yang sehat dengan orang lain, Anda harus memiliki hubungan yang sehat dengan diri Anda sendiri, sehingga apapun yang terjadi hadapilah bersama dengan pasangan Anda menggunakan kepala dingin.

Baca Juga: Viral Penjual Ikan Cantik, Bikin Pria Betah Belanja di Pasar!

7. Terlalu Mengekang dan Terlalu Merawat

Tidak ada yang salah dengan merawat dan melindungi pasangan Anda. Tetapi ketika Anda mulai memperlakukan pasangan Anda sebagai seorang anak sebagai lawan dari kesetaraan Anda, saat itulah hal-hal ini dapat menyebabkan masalah.

"Saya telah bertemu suami dan istri yang telah menjelaskan bahwa sementara pasangan mereka tetap perlu untuk 'merawat mereka adalah hal yang manis, pada akhirnya hal itu menjadi hal yang tidak penting, sifat yang kekanak-kanakan, atau bahkan tidak kompeten," jelas Breyer.Sangat menyenangkan untuk merasa dicintai dan dirawat. Kita tidak boleh merasa diremehkan dan ditahan.

"Ketika pasangan Anda terus-menerus memperlakukan Anda seperti anak kecil, hal ini dapat terlihat jauh lebih hangat tetapi terkadang malah membuatnya lebih menyebalkan," sambungnya.

Setiap pasangan bisa putus terlepas dari kepribadian yang terlibat. Meskipun sifat tertentu ini mungkin bukan faktor penentu untuk mengakhiri suatu hubungan, mengetahui sifat-sifat kepribadian mana yang merupakan prediktor terbesar perceraian dapat membantu Anda untuk menyelesaikan berbagai hal dengan lebih baik bersama pasangan Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini