nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Mitos Menghentikan Hujan, Unik Banget!

Romeldo Christian, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 01:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 12 196 1990453 3-mitos-menghentikan-hujan-unik-banget-24jDiPt8nO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

HUJAN terkadang dapat memberikan dampak negatif. Walau ada beberapa orang yang senang dengan turunnya hujan, peristiwa alam satu ini tetap saja memberikan dampak negatif kepada orang yang sedang menyelenggarakan acara. Acara tersebut akan sepi pengunjung karena pengunjung susah datang.

Belum lagi jika acara tersebut diselenggarakan di luar ruangan. Di samping sepi pengunjung, acara tersebut tentunya menjadi kacau karena turun air yang mengganggu aktivitas di acara tersebut. Belum lagi angin kencang yang dapat merusak properti dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, tidak jarang orang Indonesia menggunakan beberapa cara untuk menghentikan hujan. Salah satunya adalah pawing hujan. Pawang tugas ini bertugas untuk mencegah hujan datang sehingga jalannya acara tidak terganngu.

 (Baca Juga:Kecanduan Lagu 'Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol', Gadis Ini Langsung Kena Azab!)

Di luar negeri pun terjadi hal yang sama. Akan tetapi, cara menghentikannya berbeda-beda pada setiap negara. Seperti apa mitos-mitos yang dipercayai oleh masyarakat luar negeri untuk mencegah atau menghentikan hujan? Berikut Okezone rangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/12/2018):

1. Tarian penolak hujan

Tidak hanya memiliki tarian pemanggil hujan. Masyarakan asli Amerika juga memiliki tarian penghenti hujan. Dilihat dari berbagai akun Youtube yang pernah mengunggahnya, tarian penghenti hujan ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang.

 (Baca Juga:Wanita Ini Pesan Kostum Natal Seksi di Online, yang Datang Malah Bikin Kesal)


2. Boneka Teru Teru Bozu

Tidak perlu menyewa atau membayar jasa pawang, masyarakat Jepang percaya bahwa boneka ini dapat memberikan hari yang cerah sehingga aktivitas tidak terganggu. Boneka Teru Teru Bozu ini terbuat dari kertas tisu putih. Dilansir dari Japanesepod101.com, boneka ini dibuat dengan cara menggumpalkan tisu menjadi bulat. Ukurannya bola tisu ini harus lebih besar dari bola pingpong. Setelah itu, bungkus bola tersebut dengan tisu lainnya sehingga berbentuk bulat di atas dan seperti memiliki rok di bawah.

Setelah berbentuk, boneka tersebut dikaitkan atau di gantung di luar rumah. Setelah itu, barulah masyarakat Jepang berdoa kepada dewa mereka untuk membuat hari cerah. Jika keinginan bereka terkabulkan, mereka akan menggambar wajah senyum pada boneka tersebut.

3. Mantra

Walau tidak jelas dari mana asalnya, sangat banyak mantra yang dapat dilihat di internet. Bahkan mantra tersebut tidak hanya dari satu bahasa. Namun, sebagian besar berbahasa Inggris.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini