Share

Pelukis Sasya Tranggono Ungkap Sumber Inspirasi dan Koleksinya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 12 196 1990488 pelukis-sasya-tranggono-ungkap-sumber-inspirasi-dan-koleksinya-ZhjRiVwIG6.jfif Sasya Tranggono (Foto: Ist)

SASYA Tranggono, seorang pelukis Tanah Air membeberkan sumber inspirasinya dalam berkarya. Ia juga mengungkapkan tentang perjuangan kariernya.

Semua itu ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul Faith, The Art of Sasya Tranggono. Ia menuangkan kisah perjuangan perempuan, cat air, dan menjadi dutas bangsa. Sasya bercerita buku tersebut disusun dalam waktu dua tahun.

"Buku ini juga melewati peristiwa-peristiwa yang menyedihkan, tetapi kesedihan itu juga menjadi titik balik untuk mendapatkan dan memperjuangan kekuatan dalam hidup saya. Itulah mengapa kemudian judulnya Faith," kata Sasya dalam peluncuran buku Faith, The Art of Sasya Tranggono di Menara Mandiri, Rabu (12/12/2018).

 (Baca Juga:Viral Air Comberan di Malang Berwarna Biru, Netizen: Aku Kira Pop Ice Bubble Gum!)

Anak pertama dari pasangan dr. Suharto Tranggono dan dr. Retno IS Tranggono ini melanjutkan bahwa bukunya juga terinspirasi oleh keluarga. Baginya, keluarga merupakan inspirasi yang tidak terlihat tetapi selalu mewujud dalam setiap karyanya yang bertema keluarga.

Sasya Tranggono merupakan lulusan Teknik Industri Syracuse University di New York, AS dan penyandang gelar master of business administration (MBA) dari Rotterdam School of Management di Erasmus Universiteit, Belanda. Kini ia hampir memasuki 30 tahun berkarier sebagi pelukis profesional. Dia pertama kali menggelar pameran tunggal berjudul Focus 99 pada tahun 1999 di Cipta Merkurius Gallery, Jakarta.

 

Selain peluncuran buku, di tempat yang sama, Sasya Tranggono juga menggelar pameran lukisan. Ia menjelaskan, terkait lukisan yang sudah dikoleksi pesohor baik dalam dan luar negeri, ia membagi karyanya dalam tiga fase, yang pertama secara sederhana adalah fase wayang karena pada tahap itu obyek lukisannya sosok wayang golek.

 (Baca Juga:Wanita Ini Pesan Kostum Natal Seksi di Online, yang Datang Malah Bikin Kesal)

Kemudian yang kedua dan yang ketiga adalah fase bunga karena ia mengeksplorasi berbagai jenis bunga dan fase kupu-kupu. Kupu-kupu baginya merupakan pembaruan budi yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Sasya juga memberikan pandangannya terkait dengan perkembangan perkembangan seni rupa di Indonesia dan peluang perupa perempuan untuk berkarya.

"Perkembangan seni di Indonesia sudah cukup baik terbukti dengan berdirinya museum pribadi seperti Museum MACAN, Akili dan masih banyak lagi. Kemudian juga banyaknya event seperi Venice Bienalle, Art Bazaar dan lain-lain. Peluang perupa Indonesia sebenarnya juga cukup besar tetapi terkendala dengan domestic affairs (tugas perempuan sebagai istri, ibu, serta urusan dan pekerjaan rumah tangga)," pungkas Sasya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini