nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revolusi Industri 4.0 Sukses Kembangkan Sektor Makanan dan Minuman Dalam Negeri

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 12 298 1990284 revolusi-industri-4-0-sukses-kembangkan-sektor-makanan-dan-minuman-dalam-negeri-eSd7nznc9d.jpeg Ilustrasi (Foto: Medium)

SEKTOR makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar. Salah satu buktinya, industri minuman mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan, dengan pertumbuhan sebesar 10,19% pada periode Januari-September tahun 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,17% di periode yang sama.

Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian Indonesia juga diklaim sangat signifikan. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73% terhadap PDB Industri Non Migas atau 6,31% terhadap PDB Nasional, pada triwulan III tahun 2018.

 (Baca Juga:Wanita Ini Pesan Kostum Natal Seksi di Online, yang Datang Malah Bikin Kesal)

Pertumbuhan ekspor periode Januari-September tahun 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 3,22% dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 13,00%. Menurut Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, fakta tersebut menunjukkan suatu harapan bagi Indonesia di masa mendatang.

 

(Foto: Utami Riyani/Okezone)

"Industri makanan dan minuman nasional akan terus menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Menperin Airlanga Hartarto, dalam acara Peresmian Cold Pressed-Juice dari Re-Juve di Cikupa, Banten, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

Airlangga tidak memungkiri bahwa dengan masuknya era digitalisasi di berbagai sektor ekonomi, atau dikenal dengan istilah digital economy, pelaku usaha berlomba-lomba menciptakan inovasi dan melahirkan model bisnis baru yang dijalankan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

 (Baca Juga:Gaya Penjual Ikan Seksi Liu Pengpeng, Suka Nari dan Kedip-Kedip Manja)

Di sektor industri, transformasi tersebut terjadi secara cukup masif di berbagai rantai nilai sehingga melahirkan revolusi baru yang dikenal dengan Revolusi Industri Keempat atau Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.

"Kita telah melihat banyak negara, baik negara maju maupun negara berkembang yang telah memasukkan gerakan ini ke dalam agenda nasional mereka sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing di pasar global," tegasnya.

Peta jalan (roadmap) implementasi Industri 4.0 di Indonesia disusun oleh Kementerian Perindustrian dan telah diluncurkan oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo, pada tanggal 4 April 2018. Peta jalan tersebut selanjutnya disosialisasikan dengan istilah “Making Indonesia 4.0” dan di dalamnya telah ditetapkan 5 (lima) sektor industri prioritas implementasi sistem Industri 4.0 yaitu: industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, industri tekstil dan produk tekstil, dan industri makanan dan minuman.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini