Pentingnya Dokter Spesialis Penerbangan untuk Menjaga Keselamatan Penerbangan

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 12 481 1990464 pentingnya-dokter-spesialis-penerbangan-untuk-menjaga-keselamatan-penerbangan-T9Zqf3JPF8.jpg Ilustrasi (Foto: Fearofflying)

KESELAMATAN penerbangan menjadi fokus perhatian banyak pihak beberapa waktu belakangan. Terlebih setelah adanya kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT 610. Salah satu langkah preventif untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan dalam penerbangan adalah maskapai penerbangan memiliki dokter spesialis penerbangan.

Sayangnya, selama ini belum ada maskapai penerbangan yang memiliki dokter khusus dengan spesialis penerbangan. “Selama ini belum ada, dokter penerbangan itu belum pernah dipakai dalam maskapai penerbangan sampai saat ini,” ungkap Kepala Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) Saryanto, Marsekal Pertama TNI dr Krismono Irwanto, MH.Kes saat ditemui Okezone dalam acara pelantikan pengurus baru Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan Indonesia (Perdospi), Rabu (12/12/2018) di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

 (Baca Juga:Kecanduan Lagu 'Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol', Gadis Ini Langsung Kena Azab!)

 

Menurut dr Krismono, dokter spesialis penerbangan memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang fisiologi penerbangan. “Misalnya orang hamil, kapan dia boleh terbang, tidak boleh terbang, dokter penerbangan yang bisa menentukan. Terus tentang wabah penyakit, itu ‘kan dokter penerbangan juga berhak bisa mencegah. Misalkan orang dengan sakit paru-paru, sebetulnya tidak boleh terbang karena bisa menularkan orang di sekitarnya,” tambahnya.

Ketua Perdospi, Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K), SpKP mengatakan dokter penerbangan adalah orang yang paling berkompeten untuk mengawasi penerbangan dari segi kondisi kesehatan. Baik itu dari pihak kru pesawat terbang maupun penumpang.

 (Baca Juga:Wanita Ini Pesan Kostum Natal Seksi di Online, yang Datang Malah Bikin Kesal)

“Kebutuhan akan kondisi kesehatan yang prima menjadi syarat mutlak untuk penerbangan. Dengan demikian faktor personal sebagai salah satu prakondisi terjadinya kecelakaan pesawat dapat diminimalisir dan bahkan ditiadakan,” ujarnya saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dokter spesialis penerbangan juga dibutuhkan untuk menganalisis kondisi kesehatan penumpang. Dengan begitu kematian di pesawat selama penerbangan dapat dicegah.

“Dokter penerbangan itu dibentuk untuk mencegah kematian dalam peasawat. Selama ini banyak orang yang mengalami masalah di pesawat seperti asma kambuh. Kondisi itu membuat pesawat harus segera mendarat,” kata dr Krismono.

 

Oleh karenanya, maskapai penerbangan di Indonesia perlu memerhatikan pentingnya dokter spesialis penerbangan. Sebab negara-negara lain seperti Inggris dan Belanda sudah menerapkan aturan adanya dokter untuk maskapai penerbangan. “Sampai sekarang maskapai yang punya dokter penerbangan baru Garuda Indonesia,” imbuh dr Wawan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih, SH, MH, juga merekomendasikan setiap maskapai penerbangan A1 memiliki dokter penerbangan. Selain itu, diusahakan agar setiap penerbangan yang jumlah penumpangnya banyak disertai dengan dokter. Hal ini berfungsi untuk menangani masalah kesehatan saat penerbangan.

“Sekarang sudah banyak masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan penerbangan, jadi kita harus aware bersama-sama. Makanya penting ada dokter penerbangan untuk melihat risiko dan memberi izin. Tapi regulasinya hingga kini masih belum ada,” pungkas dr Daeng.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini