Share

Chanel Hentikan Penggunaan Kulit dan Bulu Hewan di Setiap Koleksinya

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 13 194 1991020 chanel-hentikan-penggunaan-kulit-dan-bulu-hewan-di-setiap-koleksinya-Ee7NyRUA26.jpg Rumah mode Chanel (Foto: CNN)

BEBERAPA waktu belakang banyak kelompok hak asasi hewan yang menyoroti penggunaan kulit binatang untuk barang fashion seperti tas, baju, sepatu, dan lainnya. Tak sedikit yang menginginkan brand-brand ternama beralih dari penggunaan tersebut dan menggunakan kulit imitasi. Namun belum banyak brand yang mengambil langkah tersebut.

Baru-baru ini, brand asal Prancis yaitu Chanel mengumumkan bila perusahaan mereka tidak akan lagi menggunakan bulu binatang eksotis untuk membuat produk. Keputusan ini membuat brand tersebut sebagai rumah mode mewah pertama yang berani mengambil langkah besar sehingga mendapat pujian dari kelompok hak asasi hewan.

 BACA JUGA:

Belahan Dada dan Pusarnya Mengintip, Outfit Oranye Gigi Hadid Bikin Pesonanya Makin Stunning

Kepala fashion Chanel, Bruno Pavlovsky, mengatakan di masa depan kreasi produk tidak akan menggunakan kulit eksotis. Meskipun sebenarnya itu menyulitkan proses produksi karena mendapatkan kulit berkualitas tinggi yang sesuai dengan etika tidaklah mudah. Sekadar informasi, selama ini brand tersebut dikenal memproduksi handbags, mantel, dan sepatu yang terbuat dari kulit ular, kulit buaya serta kulit ikan komando. Hal itu membuat barang-barang dijual dengan harga premium, dengan harga mencapai ratusan juta.

 

Perancang veteran Chanel, Karl Lagerfeld, mengatakan pilihan tersebut berdasarkan inisiatif dari perusahaan tanpa paksaan pihak manapun. Kelompok-kelompok hak asasi hewan seperti People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyambut baik langkah yang diambil ini. Mereka berharap brand-brand mewah lainnya bisa mengikuti langkah tersebut.

"Tidak ada pakaian dan aksesori yang trendi apabila menggunakan kulit hewan dimana kulit tersebut dicuri lalu untuk mendapatkannya hewan disiksa terlebih dahulu. Sudah jelas bahwa sekarang saatnya bagi semua perusahaan, seperti Louis Vuitton, untuk mengikuti jejak Chanel dan beralih ke materi inovatif yang menghindarkan hewan dari kehidupan yang menyedihkan dan kematian yang menyakitkan," ungkap PETA seperti yang dikutip Okezone dari Channel New Asia, Kamis (13/12/2018).

 BACA JUGA:

Masuk Daftar Crazy Rich Indonesia Versi Forbes, Lihat 5 Pesona Arini Subianto

Meskipun merek-merek fashion top seperti Gucci, Armani, Versace, dan John Galliano telah berada di bawah tekanan berat untuk meninggalkan bulu hewan dari produknya, keputusan Chanel untuk berhenti menggunakan kulit eksotis datang tiba-tiba. Sebab kampanye hak-hak binatang yang melawan penggunaan produk buaya dan kulit ular tidak memiliki daya tarik yang sama dengan penggunaan bulu. Terlebih beberapa merek mewah berinvestasi dengan memiliki peternakan reptil sendiri sehingga dapat menjamin sumber kulit didapatkan secara etis.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini