nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Tertipu, Rasa Kopi Luwak Tangkaran Tidak Senikmat dari Luwak Liar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 11:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 13 298 1990652 jangan-tertipu-rasa-kopi-luwak-tangkaran-tidak-senikmat-dari-luwak-liar-qp77nJ2Foh.jpg Kopi luwak (Foto:Dailycoffeenews)

KOPI adalah minuman yang paling disukai oleh masyarakat di seluruh dunia. Saat ini terdapat ratusan jenis kopi dari berbagai macam daerah yang tersebar di dunia. Setiap kopi memiliki rasa yang khas dan berbeda satu sama lainnya. Salah satu kopi yang menjadi primadona masyarakat dunia adalah kopi luwak.

Sesuai dengan namanya, kopi ini berasal dari kotoran luwak. Luwak akan memakan biji kopi yang sudah matang dan dicerna dalam tubuhnya. Nah, kotoran dari hewan tersebutlah yang menjadi sebuah kopi dengan citarasa yang sangat tinggi.

Wakil Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Daroe Handojo, mengatakan saat ini banyak sekali petani yang secara tidak langsung merusak citra kopi luwak yang sangat terkenal. Mereka dengan sengaja menangkarkan luwak untuk mendapatkan kotorannya. Nah, kotoran luwak ini yang menjadi sebuah komoditi dengan harga jual yang sangat tinggi.

(Baca Juga: Via Vallen si Selebriti Nge-Hits of The Day, Intip Tampilannya saat Umroh, Adem Banget!)

(Baca Juga: Viral Air Comberan di Malang Berwarna Biru, Netizen: Aku Kira Pop Ice Bubble Gum!)

Tentunya cara instan dengan memelihara luwak untuk mendapat kotorannya telah mencederai industri kopi di Indonesia. Para petani secara tidak langsung memaksa luwak untuk mengeluarkan kotoran dan mengolahnya menjadi kopi. Hal inilah yang menjadi masalah baru dalam dunia kopi Indonesia.

“Kopi luwak adalah studi kasus dimana Indonesia mencederai kakinya sendiri. luwak adalah hadiah Tuhan untuk petani yang rajin. Eh sekarang dikandangin. Saya menentang tindakan tersebut. luwak kan ciptaan Tuhan, dia kan hidup bebas dan para petani mendapat hadiah karena itu. Jadi ambillah hadiahnya jangan paksa mereka untuk memproduksi,” tutur Daroe, saat dijumpai Okezone di Peluncuran Buku Kopi, Rabu (12/12/2018).

Menurut Daroe, kopi yang dihasilkan oleh luwak tangkaran berbeda dengan luwak liar. Ia menilai hewan tersebut bisa stres dan tidak bahagia karena hidup terkurung. Nah, sesuatu yang tidak bahagia tersebut akan masuk ke dalam setiap cangkir kopi yang dikonsumsi. Hal itulah yang membuat kopi dari luwak tangkaran berasa kurang nikmat.

 

“Hasil kopi luwak di Indonesia sebaik apapun bukan cuman fisik tapi batin. Dan binatang yang dikurung akan mengeluarkan sesuatu yang tidak bahagia. Walaupun mereka terlihat bahagia, tetap saja ada sesuatu yang tidak bahagia masuk ke dalam kopi ini. dan kopi ini membuat orang tidak bahagia juga. Sama seperti kopi yang ditanam paksa, minumnya tidak akan bahagia,” lanjutnya.

Sebagai contoh Daroe menjelaskan bahwa orang luar negeri selalu menginginkan kopi yang berasal dari luwak liar. Pada saat itu, para petani nakal sengaja berbohong dengan mengatakan bahwa luwak tersebut adalah luwak liar. Nah, hal inilah yang secara tidak langsung merusak kualitas kopi itu sendiri.

“Di luar negeri orang bertanya ini luwak tangkaran atau luwak liar? Nah ketika mereka jawab luwak tangkaran maka orang luar tidak mau beli, alhasil mereka mengatakan luwak liar dan tanpa disadari mereka telah berbohong dan merusak kualitas kopi itu sendiri,” tutupnya.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini