nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Kaca Tirtonadi Jadi Ikon Baru Solo, Tapi Tak Dibuka untuk Umum

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 13 406 1990854 jembatan-kaca-tirtonadi-jadi-ikon-baru-solo-tapi-tak-dibuka-untuk-umum-qFiHcSLV0D.jpg Jembatan kaca Tirtonadi (Foto: Nicolous Irawan/Solopos)

SOLO akan memiliki ikon wisata baru yakni sebuah jembatan kaca yang dibangun di atas Kali Pepe. Namun, ternyata jembatan tersebut tidak dibuka untuk umum, melainkan sebagai jalur inspeksi sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan lokasi jembatan berada tepat di depan Terminal Tirtonadi Solo. Keunikan desainnya menjadi salah satu bagian menarik. Desain jembatan dibuat mirip seperti gelombang.

Tidak hanya itu, desain jembatan ini dindingnya juga terbuat dari kaca. Namun jembatan dengan panjang lebih kurang 70 meter dan lebar dua meter ini tidak dibuka untuk umum. Melainkan, hanya ditujukan sebagai jembatan inspeksi.

 (Baca Juga:3 Mitos Menghentikan Hujan, Unik Banget!)

“Untuk bangunan jembatan sudah selesai sepenuhnya. Akan tetapi, pintu masuk jembatan akan kita gembok karena tidak kita buka untuk umum. Hanya untuk petugas saja,” kata Sita sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu, 12 Desember 2018.

 

Sita mengatakan pintu masuk jembatan digembok sebagai langkah mengantisipasi adanya warga yang masuk ke jembatan tersebut. Warga hanya bisa menikmati jembatan sebagai background foto saat menikmati kawasan bantaran Kali Pepe.

Jembatan kaca dibangun sebagai pelengkap proyek bendung karet Tirtonadi yang kini hampir rampung. Sejumlah pengerjaan yang masih dilakukan adalah tahap finishing. Selain jembatan kaca, terdapat Taman Bengawan Solo di sisi selatan dan utara Kali Pepe.

“Sekarang setiap sore hari di sana ramai dikunjungi oleh warga. Tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari daerah lain,” katanya.

 (Baca Juga:Via Vallen si Selebriti Nge-Hits of The Day, Intip Tampilannya saat Umroh, Adem Banget!)

Di kawasan itu, Pemkot juga membangun Papan Kawruh Tirta di Gilingan atau bernama Galeri Sungai sekaligus melengkapi wisata air di bendung karet Tirtonadi. Papan Kawruh Tirta akan menjadi wisata edukasi airnya. Bangunan berbentuk kapal itu menjadi salah satu tempat wisata baru di Kota Solo.

Lebih dari itu, Papan Kawruh Tirta juga menjadi pusat pembelajaran mengenai air, sungai, dan danau. "Di sini bisa belajar tentang air, bisa air tanah, air sungai dan air lainnya, ada juga dokumen tentang masterplan sungai di Solo,” katanya.

Di dalam bangunan yang dibangun sejak 2016 lalu terdapat ruangan yang berisi foto-foto sungai dan ragamnya. Selain itu berisi tentang informasi dan lokasi sungai di Solo. Kemudian disiapkan sejarah sungai yang diputar melalui media film. “Sekolah sungai juga bisa di sini," katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap bendung karet Tirtonadi dengan dilengkapi jembatan kaca bisa diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2019.

Sebagai informasi, proyek bendung karet Tirtonadi Solo merupakan program penanggulangan banjir paket tiga yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kota Bengawan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini