nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suka & Duka Usaha Jasa Titip, Jalan-Jalan Dapat Uang, Kenapa Tidak?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 194 1991443 suka-duka-usaha-jasa-titip-jalan-jalan-dapat-uang-kenapa-tidak-y3uoOWKqLR.jpg Suka duka usaha jasa titip (Foto:Patch)

JIKA ada yang bertanya, netizen dari negara mana yang paling kreatif dalam memanfaatkan media sosial? Netizen Indonesia tentu sangat layak masuk dalam kategori tersebut. Bagaimana tidak? Beberapa waktu lalu, hashtag #opentrip sempat menjadi berbincangan hangat di kantor pusat Instagram di San Francisco, Amerika Serikat.

Menurut mereka, hashtag #opentrip menjadi sebuah bukti bahwa media sosial turut memainkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian suatu negara di era digital. Nah, ditilik dari asal usulnya, hashtag ini pertama kali booming pada akhir 2014 lalu. Hal tersebut tidak terlepas dari tren wisata yang semakin digandrungi penduduk Indonesia. Bahkan, hingga berita ini diturunkan, jumlah netizen yang menggunakan hashtag tersebut telah mencapai 966 ribu foto.

Selain #opentrip, netizen Indonesia juga tengah dilanda tren jasa titip atau personal shopper yang biasanya ditawarkan oleh para traveler yang sedang melancong ke luar negeri. Cara kerjanya pun terbilang sederhana. Pengguna jasa titip hanya perlu menunjukkan gambar atau informasi seputar barang yang hendak dibelinya kepada penyedia jasa, setelah itu, mereka harus mentransferkan sejumlah uang sesuai dengan kalkulasi yang diberikan oleh penyedia jastip.

Benda yang dipesan pun cukup beragam, mulai dari peralatan kosmetik seperti masker dan skin care, hingga barang-barang branded`. Bagi sebagian orang, profesi ini bisa dibilang merupakan hobi yang dibayar. Sebanyak apapun barang belanjaan yang harus mereka bawa, tetap menghadirkan kesenangan tersendiri.

Berbicara soal jasa titip, Okezone berhasil melakukan wawancara khusus dengan salah satu traveler asal Indonesia yang cukup sering membuka jasa titip ketika melancong ke luar negeri. Namun karena satu dan lain hal, wanita yang telah menjelajahi hampir seluruh daerah di Indonesia ini meminta agar namanya disamarkan. Penasaran kan seperti apa suka duka para penyedia jasa titip? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Bisa ceritakan awal ketertarikan kamu buka jasa titip?

Awalnya aku memang suka traveling dan lagi jalan-jalan aja. Terus tiba-tiba banyak teman yang nitip ini itu. Kalau sudah demikian, paling aku minta lebih-in uangnya, misal harganya Rp15.500, aku buletin aja biar bayarnya gampang jadi Rp16.000. Mulai dari situ, langsung sadar kalau jasa titip ini bisa jadi peluang menambah pundi-pundi uang. Jadi, why not? Cuma kalau aku enggak terlalu diniatin sih, kalau emang lagi mau jalan-jalan saja sekalian. Enggak pernah menyiapkan jadwal khusus ke Singapura cuma untuk sekedar jastip.


Persiapan apa yang kamu lakukan sebelum berangkat ke negara tujuan?

Aku selalu lihat kapasitas koper dan aku enggak pernah beli bagasi tambahan. Jadi kalau sekiranya sudah banyak, ya langsung aku close order aja. Dari jakarta udah persiapan bawa tas tambahan (tapi bukan koper). Intinya aku memaksimalkan jatah bagasi dan koper yang diikasih pihak maskapai. Kalau destinasi internasional berarti maksimum 30 kg dan overweight 2kg berarti jadi 32kg terus cabin 7kg (2 tas). Nah, kalau belanja di airport duty free jadi bebas mau berapapun kantongnya jadi ya disiasatin aja, kalau bisa beli di bandara ya di bandara saja.


Kalau lagi buka jasa titip, bagaimana kamu menentukan akomodasi dan maskapai yang akan digunakan?

Tergantung jarak tempuh negaranya. Kalu cuman ke Singapura aku lebih milih naik budget airlines, tinggal beli bagasi tambahan. Harganya pun masih lebih murah dari premium airlines. Tapi kalau sudah lebih dari 3 jam kaya Korea, pastinya lebih milih 5 star airlines. Dan belinya pasti pas travel fair karena pasti setengah harga, bisa balik modal tiketnya haha. Nah ditanya capek atau enggak, dinikmatin aja, namanya usaha sambil jalan-jalan.


Awalnya kamu merasa ribet enggak dititipin banyak pesanan klien?

Ribet sih pasti ya. Tapi namanya sudah jadi konsekuensi harus tanggung jawab buat mencarikan pesanan mereka (haha). That’s why namanya jasa titip. Jasanya itu loh, buat bawa, buat nyari-nyari, buat pilihin. Kalau aku sih ada yang nitip kaya baju gitu enggak sekedar aku ambil terus bayar. Pasti aku cek dulu barangnya. Bagus atau enggak, mulus enggak, ada yang cacat apa enggak. Make sure semuanya perfect!


Ada kriteria atau ketentuan khusus buat klien yang ingin menggunakan jasa kamu?

Biasanya kalau aku lagi buka jasa titip, selalu aku list dan close order sebelum berangkat. Jadi pas sampai di negara tujuan, tinggal beli saja. Cuma aku enggak pernah tentuin barangnya. Aku bantuin pilih dan kasih tau lokasi yang mau aku datengin dan masuk itinerary aku. Kalau barangnya itu susah dicari, biasanya aku langsung tolak.


Apa saja sih barang-barang yang sering dititip oleh klien kamu?

Tergantung destinasinya. Kalau Bangkok sudah pasti banyak cewek-cewek yang nitip baju-baju lucu. Kalau Korea enaknya cowo cewe bisa nitip juga, secara Seoul sendiri sudah bisa dibilang Parisnya Asia. Selain itu, sudah pasti banyak yang nitip make up, skin care, street wear merek Champion atau Fila. Ada juga yang nitip baseball cap sampai tumbler Starbucks juga ada. Oh sama ini, korean snacks, itu juga banyak yang order.


Ada yang menitip barang-barang aneh, atau yang menurut kamu sudah di luar akal sehat?

Yang minta aneh-aneh sih banyak banget, sampai ada yang pernah nitip odol perkara itu odolnya dipakai sama artis k-pop favoritnya. Ada juga yang nitip cokelat tapi harus ada muka si artis yang dia suka. Waktu itu nitip coklat mukanya Jihoon member Wanna One. Disaat Wanna One ada 11 member, ya mau enggak mau harus cari yang ada si Jihoon itu.

Kalau enggak hapal mukanya ya harus cari di internet dan simpan gambarnya biar ingat hahaha. Ada juga yang nitip sandwich yang pernah dimakan idol, tapi selalu aku tolak. Kalau basi kan enggak lucu. Terus banyak yang nitip baju tidur yang dipakai artis-artis Korea, lightstick yang biasa dipakai buat nonton konser, dan baru-baru ini banyak yang order permen karena permennya muncul di salah satu drama Korea.


Butuh modal berapa untuk buka jasa titip?

Aku enggak pernah pakai modal. Semisal barangnya harga berapa, aku jual sedikit lebih tinggi. Yang nitip juga harus transfer uang duluan, jadi engga ada modal sama sekali haha.


Keuntungan apa saja yang kamu dapatkan dari jasa titip ini?

Keuntungannya lumayan banget. Apalagi buat aku yang suka travelling dengan durasi hingga mingguan. Hasilnya bisa buat jajan dan balik modal. Tapi biasanya kalau lagi buka jasa titip dalam skala besar untungnya bisa sampe balik modal semua akomodasi, tiket pp pesawat, hotel, bahkan bisa lebih. Setelah semua barang kebeli baru tau disitu untungnya berapa. Apalagi Korea ada tax refund dan banyak diskon atau promo menarik. Jadi seller harus pintar-pintar membaca momen. Jatuhnya jual barang dengan harga normal, tapi belinya pas lagi promo.


Suka duka buka jasa titip?

Buat yag suka jalan-jalan sambil belanja pasti beli titipan orang itu seru banget. Berasa kaya lagi di game gitu, terus jadi tambah wawasan. Kalau ada yang titip aneh-anehkan pasti penasaran ya “itu barang apaan sih?” atau kalo titip makanan “itu rasanya apaan sih sampe pada titip?”. Biasanya aku jadi cari-cari di internet atau coba beli 1 untuk tahu rasanya. Awal-awal terima jastip banyak barang yang aku enggak tau jenis dan kegunaannya sampai akhirnya sekarang bisa jelasin satu persatu, dari nama barang sampai kegunaannya.

Dukanya? enggak pernah ngerasain duka sama sekali, beneran deh. Soalnya belanja bikin happy walaupun bukan barang kita. Hitungannya aku juga bantuin orang untuk mendapatkan barang impiannya. Kalau barangnya dapat pasti mereka seneng, jadi ikutan happy juga. Terkadang barang bawaan berat juga ya biasa aja, enggak pernah merasa jadi satu hal yang bikin bete apalagi sedih.

Menurut kamu, negara apa saja yang bakal ‘laku’ kalau ada traveler yang buka jasa titip?

Kebetulan aku masih di seputaran Asia saja. Belum pernah ke Eropa apalagi Amerika Serikat, mungkin soon kalau sudah berani buka order jastip yang lebih baik. Aku bisa kasih ranking 1 buat Korea Selatan, karena semua jenis barang bisa ditemuin disini. Harganya jualnya masih cukup murah jadi tidak terlalu memberatkan klien. Posisi kedua mungkin Bangkok karena barang-barangnya terutama baju, super murah dan lucu-lucu banget. Kualitasnya juga enggak murahan. Next mungkin Jepang ya, walaupun belum pernah kesana tapi berdasarkan pengalaman teman yang buka jasa titip di sana, ada banyak barang menarik yang bisa dibeli, meski harganya tidak semurah Korea Selatan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini