6 Reaksi Aneh di Otak Saat Jatuh Cinta, Efeknya Bisa Bikin Kecanduan Lho!

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 14 196 1991175 6-reaksi-aneh-di-otak-saat-jatuh-cinta-efeknya-bisa-bikin-kecanduan-lho-OvjhO2SBId.jpg Ilustrasi otak saat jatuh cinta (Foto: Upliftconnect)

MENJALIN hubungan dengan orang yang dicintai adalah sesuatu yang membahagiakan. Banyak perubahan yang akan dialami oleh masing-masing pihak saat jatuh cinta. Tahukah Anda bila perubahan itu juga terjadi di otak?

Menurut ahli saraf kognitif, Dr. Caroline Leaf, sejumlah penelitian menunjukkan perasaan jatuh cinta membanjiri otak dan tubuh dengan bahan kimia yang menyenangkan. Ada beberapa efek yang biasa terjadi seperti jantung berdebar, perasaan geli dan menatap ruang kosong sambil tersenyum. Perasaan bahagia memang bisa mendatangkan perilaku tidak terduga karena terus-menerus memikirkan objek yang disayangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone dari Bustle, Jumat (14/12/2018), setidaknya ada 6 perubahan di otak saat jatuh cinta. Berikut ulasannya :

Menjadi ‘kecanduan’ pada pasangan


Pada awal suatu hubungan, otak akan dipenuhi dopamin yang memberikan rasa kenikmatan. Ketika otak dibanjiri oleh neurotransmitter tersebut maka seseorang akan memiliki keinginan berlebih terhadap sesuatu yang disenanginya. "Ini adalah apa yang terjadi dalam tahap awal pacaran di mana hal-hal tampak menarik dan baru, ini semua tentang dopamine,” kata ahli syaraf Dr. Sanam Hafeez.

Tidak melihat kekurangan pasangan


Dopamin juga menyebabkan orang yang sedang jatuh cinta menjadi buta terhadap aspek negatif pasangan. Dengan begitu dirinya tidak melihat kekurangan yang ada di pasangannya. Efek negatifnya adalah kebanyakan dopamin dapat merusak area otak yaitu korteks prefrontal medial yang bertanggung jawab untuk membaca reaksi, emosi, perasaan, dan isyarat terhadap orang lain.

Merasa memiliki ikatan batin dengan pasangan


Dalam suatu hubungan, oksitosin akan dilepaskan. Hal ini membuat pasangan merasa terhubung alias memiliki ikatan batin. Oksitosin memang memberikan rasa aman dan ikatan sehingga timbul kenyamanan. Selain itu, oksitosin juga disebut sebagai hormon cinta.

Aktivitas otak meningkat


Berada dalam perasaan cinta dapat meningkatkan aktivitas di otak seseorang ketika memperhatikan hal-hal tentang pasangannya. Pada perempuan peningkatan itu memengaruhi naluri, perhatian, memori dan imajinasi. Sedangkan pada laki-laki peningkatan itu juga meningkatkan aktivitas di area visual-spasial tingkat tinggi sehingga mereka memiliki keinginan untuk terus melihat pasangannya. 

(Baca Juga: Faye Nicole Jones Artis Seksi Paling Dicari di Google, Senyumnya Bikin Meleleh!)

Peningkatan emosi negatif


Ketika seseorang menjalin hubungan dengan orang lain, dua bagian otak yaitu nucleus accumbens dan amygdala juga ikut terhubung. Kedua bagian itu bertanggung jawab terhadap stres dan melawan sehingga secara tidak langsung hubungan dapat menciptakan emosi negatif yang intens. Beberapa penelitian menunjukkan jatuh cinta sebenarnya meningkatkan kadar kortisol yang dapat memicu stres. Namun perasaan cinta juga dapat menjadi penyangga terhadap stres dalam hubungan.

Merasakan nyeri secara berbeda


Berada bersama orang yang dicintai dapat membuat seseorang merasa begitu baik . Cinta dapat bertindak seperti obat penghilang rasa sakit tanpa efek samping. Area yang dipengaruhi oleh cinta adalah area yang sama di otak untuk menghilangkan rasa sakit. Dengan begitu, saat jatuh cinta orang dapat membantu mengatasi rasa sakit fisik dan emosional.

(Baca Juga: 5 Zodiak Ini Gampang Banget Horny, Awas Kewalahan!)


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini