nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketahanan Keluarga dan Anak Kini Jadi Isu Utama di Negara-Negara Islam

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 14 196 1991358 ketahanan-keluarga-dan-anak-kini-jadi-isu-utama-di-negara-negara-islam-Gz8mwMKOA2.jpg Menteri Yohana Yembise (Foto: Tim Publikasi KPPPA)

Bangsa yang kuat dan maju tidak hanya semata berada di tangan generasi mudanya, namun juga membutuhkan peran dari elemen masyarakat terkecil, yakni keluarga.

Logikanya, jika banyak keluarga di sebuah negara atau bangsa tidak bisa berjalan dengan baik, maka stabilitas negara tersebut pun bisa menjadi terancam.

Pentingnya membangun ketahanan keluarga untuk mewujudkan ketahanan bangsa yang mumpuni inilah yang sedang giat digaungkan oleh pemerintah pusat, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA).

Yohana Yembise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyebutkan, isu perihal ketahanan keluarga dan anak ini nyatanya bukan hanya sedang digiatkan oleh pemerintah Indonesia. Negara-negara Islam kini memang tengah menyoroti ketahanan keluarga dan anak.

“Mereka (negara-negara Muslim) persoalannya sama dengan kita, Indonesia. Mereka semua juga mengatakan soal isu ketahanan keluarga, contohnya soal lebih banyak keluarga yang hancur, hak-hak perempuan tidak diperoleh, banyak perempuan terlantar, itu yang saya dengar di negara-negara itu dan juga menyangkut anak-anak,” ucap Yohana, Rabu (12/12/2018) usai menghadiri acara “Dialog Antar Generasi” dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-90 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Menteri Yohana

Khusus spesifik untuk masalah anak-anak, wanita berdarah asli Papua satu ini menyoroti soal anak-anak yang sudah terseret tidak hanya ke ranah konflik, namun bahkan hingga radikalisme.

“Menyangkut anak-anak ini, karena anak-anak yang masuk dalam konflik, anak-anak dalam radikalisme, anak-anak yang terlibat terorisme dan lain-lain. Termasuk media yang tadi, tantangan digital teknologi yang sekarang mereka rasa dampaknya akan membahayakan masa depan anak-anak itu sendiri,” imbuhnya.

Inilah mengapa sekarang isu soal betapa pentingnya membangun ketahanan keluarga dan anak yang diwujudkan dari peran bersama pihak laki-laki dan perempuan.

“Kita mendorong terus untuk mengangkat topik ini, dibicarakan terus dari mulai tingkat provinsi sampai ke desa-desa,” pungkas Yohana.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini