nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Selalu Negatif, Gemar Belanja Bisa Bantu Hilangkan Stres

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 196 1991508 tak-selalu-negatif-gemar-belanja-bisa-bantu-hilangkan-stres-7mvgMwBOe9.jpg Ilustrasi (Foto: Asiantvchannel)

GILA belanja terkadang dianggap sebagai sifat yang negatif oleh masyarakat. Oleh karenanya, saat ada orang yang gemar belanja, kemungkinan dia akan menjadi bahan pembicaraan orang lain. Akan tetapi, tidak ada yang salah sebenarnya dari hal tersebut.

Bagi sejumlah orang, belanja terkadang menjadi cara untuk meredakan stres atau membuat dirinya bahagia. Meskipun kadang mereka membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan, tapi hal itu dapat memberi rasa kebahagiaan. Dalam dunia psikologi, belanja dikatakan memang dapat membantu melepaskan stres. Cara ini dikenal dengan nama retail therapy atau terapi ritel.

 

Terapi ritel adalah salah satu metode pelepasan stres yang banyak digunakan secara sadar atau tidak. Terapi ini membuat seseorang melakukan tindakan membeli sesuatu untuk meningkatkan suasana hati ketika sedang merasa down. Jenis terapi ini dikenal juga dengan istilah belanja kompulsif.

 (Baca Juga:Greget Banget, Bocah Nyanyi 'Sayur Kol' Sambil Marahin Anjing)

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Penn State menemukan 62% orang yang melakukan pembelian sedang berupaya untuk mengangkat suasana hati. Studi lain tentang demografi pembelian kompulsif menemukan wanita dewasa dan remaja akhir lebih rentan terhadap perilaku ini. Belanja dengan cara berbeda itu merupakan reaksi dari perasaan yang tertekan.

 

Survei pembeli yang disebutkan sebelumnya menemukan 82% orang yang belanja memiliki perasaan positif setelah mendapatkan benda yang diinginkan. Perasaan itu mendorong mood positif yang pada akhirnya membuat benda yang dibeli bertahan lama. Dengan begitu, pembeli tidak merasa menyesal saat membeli barang yang tidak diperlukan.

 (Baca Juga:Faye Nicole Jones Artis Seksi Paling Dicari di Google, Senyumnya Bikin Meleleh!)

Akan tetapi, meskipun belanja dianggap memberikan dampak positif untuk meredakan stres, perilaku ini tetap memerlukan perhatian khusus bila sudah menjadi lebih kompulsif. Contohnya memaksakan diri untuk belanja padahal sedang kekurangan uang. Perilaku tersebut malah akan menambah stres dan menimbulkan masalah seperti memiliki hutang kepada orang lain atau tagihan kartu kredit yang membengkak. Bisa juga terjadi kecemasan, frustrasi yang ekstrem, perasaan kehilangan kendali, dan konflik di rumah.

 

Sebagai alternatif, ada beberapa cara efektif untuk menghilangkan stres dan dapat menjadi penguat suasana hati yang baik dengan berbelanja. Pertama, sebelum belanja coba atur ulang barang-barang yang ada di lemari atau kamar tidur. Mungkin saja menemukan barang-barang yang sudah sempat dibeli namun belum pernah digunakan. Kedua, menghitung rasa syukur atas segala berkat yang sudah didapatkan. Rasa berlimpah dapat mengurangi perasaan dan keinginan untuk belanja lebih banyak.

Terakhir, belanja tetap bisa dilakukan namun jumlahnya dibatasi. Pada beberapa orang hanya belanjalah yang dapat memperbaiki mood mereka atau mengurangi stres. Bila keadaannya begitu, cobalah batasi jumlah uang yang akan digunakan untuk berbelanja supaya tidak kalap. Demikian seperti yang dikutip dilansir Okezone dari Verywell Mind, Minggu (16/12/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini