nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Q Grader, Orang di Balik Penentu Kualitas Biji Kopi

Salma Nafisa, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 298 1991341 ada-q-grader-orang-di-balik-penentu-kualitas-biji-kopi-R3gdxEwmef.jpg Q Grader pencicip rasa biji kopi (Foto:Prelo)

MUNGKIN bagi Anda minum kopi adalah hal biasa, rasa pahit dan asam akan selalu terasa di dalam kopi. Ternyata dalam hal minum kopi setiap orang memiliki seleranya masing-masing, apakah Anda menyukai kopi yang manis, atau pahit. Keduanya sama-sama bisa menikmati kopi dengan selera yang berbeda.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata sebelum kopi itu didistribusikan dan bahkan diseduh ada seorang ‘tester’ yang akan mencoba rasa biji kopi ini sebelum diedarkan atau diekspor untuk keluar negeri?

 5 Gaya Faye Nicole Jones yang Senang Pakai Baju Tanpa Lengan dan Hot Pants

Mereka disebut sebagai Q Grader, Q Grader ini berfungsi sebagai penerjemah atau seseorang yang mencicipi lalu menilai rasa dari biji kopi. Apakah rasa biji kopi sudah baik atau belum untuk diedarkan, seorang Q Grader inilah yang akan menentukan.

Dalam secangkir kopi ini dapat berisi ratusan aroma yang kompleks seperti bau bunga, cokelat, peach dan lain-lain. Rasanya juga berbagai macam seperti asam, pahit, manis, asin atau pahit. Jika bahasa mereka menyebut rasanya peach, di dalam bahasa Indonesia rasa kopi tersebut disebut rasa mangga karena mereka tidak punya pohon peach. Hal tersebut banyak dipelajari oleh para Q Grader seperti Daroe Handojo.

“Tugas menjadi grade Q yang pertama adalah menjadi penerjemah rasa kopi, kedua antara pembeli dan petani, pembeli bisa prots ke petani misalnya banyaknya hama di ladang dan inilah tugas grade Q juga. Atau kami bisa menyarankan untuk memproduksi kopi yang lagi hits. Hal-hal seperti itu juga yang kita berikan.” ujar Daroe Handojo saat ditemui di acara Peluncuran Buku Kopi Indonesian Coffe Craft & Culture.

Hasil gambar untuk grade q coffee

Keberadaan Q Grader di dunia perkopian pun diakui Daroe jumlahnya masih sangat sedikit. Dia membeberkan, hal ini tidak terlepas dari masih mahalnya sekolah Q grader ini. Profesi Q Grader pun, lanjut Daroe, bisa dikatakan adalah profesi berdasarkan panggilan hati. " Kalau bukan karena panggilan hati dengan jadi grade Q saja gaji kami tidak akan bertambah menjadi dua kali lipat," katanya.

 Adik Emil Dardak Meninggal, Garis Tipis Kenikmatan dan Kematian Hirup Helium

Sekolah untuk menjadi seorang Q Grader juga terbilang mahal dan sangat sulit. Mereka hanya mengambil kelas 7-8 hari saja. Pada 4 hari pertama mereka akan mereview untuk menyamakan persepsi saat mencicipi kopi, seperti rasa blueberry.  Kemudian selama empat hari akan mencari kekurangan atau kecacatan dari biji kopi itu. Sisanya selama tiga hari, sambung Daroe, akan digunakan untuk ujian perasa. “Kita diberi kopi dari luar negeri bukan dari Indonesia, dan dalam 1 hari itu kita musti mencicipi 350 kopi,” tambahnya.

Intinya para profesional di bidang kopi ini dapat mengidentifikasi ciri-ciri kopi dengan benar serta memiliki kekuatan untuk meningkatkan kualitas kopi. Mereka akan memberikan arahan selama meningkatkan produksi kopi juga konsisten. Semoga dengan adanya Q Grader dan masyarakat Indonesia terus membudidayakannya, perkopian di Indonesia akan terus maju!

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini