Adik Emil Dardak Meninggal, Garis Tipis 'Kenikmatan' dan Kematian Hirup Helium

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 14 481 1991158 garis-tipis-kenikmatan-dan-kematian-ngefly-hirup-helium-SHDGMp2H2c.jpg Helium bisa membahayakan nyawa (Foto: Independent)

Menjadi pertanyaan besar bagi semua orang ketika sadar kalau apa yang dia lakukan berbahaya tapi tetap disukai. Ya, kasus kematian adik Emil Dardak, Eril Aristianto Dardak, yang diduga karena eksperimen gas helium bisa menjadi contoh pastinya.

Melihat jauh ke belakang sebelum kasus ini muncul, ternyata "ngefly" dengan gas Helum sudah dilakukan banyak orang. Tentunya dengan risiko kematian di depan mata yang sepertinya juga mereka sadari.

BBC menjelaskan bahwa gas Helium ini menjadi narkotika keempat yang paling banyak digunakan warga Inggris. Data ini dikeluarkan Global Drug Survey 2015. Pada tahun lalu, datanya berubah di mana dijelaskan tren ini merambah ke Belanda dan langsung jadi tren yang menggemparkan.

adik

(Foto: Adik Emil Dardak/Istimewa)

Lalu, pada 2013 hingga 2014, sekitar 470 ribu orang Inggris menggunakan gas Helium ini. Fakta mencengangkan diungkap di sini.

Tren menghirup gas Helium ini sangat populer di kalangan anak muda, dengan jumlah 7,6% penggunanya di usia 16 hingga 24 tahun. Ini adalah jumlah pengguna yang sangat besar dibandingkan penggunaan kokain (4,2%) atau ekstasi (3,9%).

Baca Juga: Emil Dardak Jelaskan Adiknya Meninggal Dunia Akibat Sakit Jantung

Kembali, gas Helium ini mematikan. Tapi, tetap saja ada yang menggunakannya. Tercatat, pada 2006 dan 2012, ada 17 kematian yang disebabkan oleh tren yang satu ini.

The Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD) Inggris mengatakan bahwa ada satu kematian pada 2011 dan lima kematian pada 2010. Amerika Serikat sendiri mencatat ada sekitar 15 kematian per tahunnya karena gas Helium ini.

Terlepas dari kasus di atas, Anda juga mesti sadar bahwa penggunaan gas Helium ini benar-benar berbahaya.

Dilansir dari New Beginnings Drug Rehab, kehabisan oksigen adalah efek paling mematikan dari tren yang satu ini. Selain itu, jika gas dihirup terlalu dalam bisa menyebabkan emboli. Bahkan, jika gas terlalu banyak, ini bisa membuat paru-paru seseorang pecah seketika.

(Baca Juga: Mengenal Gas Helium yang Akhiri Adik Emil Dardak, Lebih Berbahaya dari Ganja dan Ekstasi)

Sementara itu, efek ringan yang ditimbulkan dari gas Helium adalah pusing dan berpotensi menyebabkan asfiksia. Kemudian, apa yang sebetulnya diincar mereka yang menikmati gas Helium?

Diketahui bahwa gas ini dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan "high". Selain itu, perasaan super bahagia juga bisa terjadi. Hal yang paling dicari dari penggunaan gas Helium adalah pikiran jernih dan tawa lepas yang tidak bisa dihindari. Beberapa orang sampai mengalami halusinasi.

So, dapat disimpulkan di sini bahwa tren menghirup Helium itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Anda juga harus mengubah pikiran bahwa pesta tidak harus selalu lebih menyenangkan jika ada gas Helium di sana. Ingat, risiko kematian ada di setiap hirupan gas Helium yang Anda masukan ke dalam tubuh, kasus adik Emil Dardak bisa menjadi pelajaran.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini