Bikin Udara di Rumah Tetap Bersih dan Sehat dengan Cara Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 14 481 1991356 bikin-udara-di-rumah-tetap-bersih-dan-sehat-dengan-cara-ini-RxA24NIYYR.jpg Udara segar (Foto: Makingworldbeautiful)

BICARA soal kesehatan anak, biasanya sebagian orangtua masih berfokus pada soal asupan gizi alias makanan dan juga aktivitas fisik semata. Padahal menjaga kesehatan itu, sejatinya juga berhubungan dengan kualitas dan kebersihan udara. Baik itu di lingkup dalam rumah atau sekitar.

Akan jadi kurang maksimal jika anak sudah tercukupi asupan gizi dan juga aktivitas fisiknya. Namun pada akhirnya sering terpapar udara kotor, yang bisa menyebabkan anak mengalami sakit di bagian saluran pernafasan. Contohnya sakit batuk dan pilek, salah satu jenis sakit yang paling sering dialami oleh anak baik bayi ataupun balita.

Maka dari itu menjaga kebersihan termasuk kebersihan udara di rumah itu penting untuk dilakukan. Lalu seperti apa saja cara yang bisa kita lakukan dalam menjaga kebersihan udara di rumah agar anak tidak jatuh sakit karena terpapar udara kotor? Menjawab pertanyaan ini, Okezone pun bertanya kepada dr. Atilla Dewanti SpA(K) sebagai dokter anak dari rumah sakit Brawijaya, Senopati, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:

Faye Nicole Jones Artis Seksi Paling Dicari di Google, Senyumnya Bikin Meleleh!

“Pertama pasti harus rajin bersih-bersih rumah. Udara bersih itu penting sekali untuk anak kecil yang masih sensitif karena , saluran pernafasannya belum berkembang optimal. Terlebih lagi jika anak ada alergi debu ya, saya saranin pagi dan sore itu rumah di pel,” ungkap dr. Atilla saat ditemui Okezone, baru-baru ini di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain rutin membersihkan rumah, setidaknya rajin mengepel seluruh lantai ruangan yang ada di rumah. dr. Atilla juga menyarankan untuk sebaiknya tidak menggunakan beberapa peralatan rumah tertentu, yakni gorden, karpet dan selimut.

“Jangan pakai korden kalau bisa, itu media tempat kumpulnya debu. Ya kalau tetap pakai kalau bisa sekali dalam satu minggu itu dicuci. Terus kalau di rumah masih pakai karpet dan selimut, untuk yang punya anak dengan alergi saya sarankan jangan pakai lagi ya karena itu sumber debu. Itu media pencetus kumat alerginya,” tambah dr. Atilla.

Patut diketahui, dampak anak terpapar udara kotor ini adalah bisa terjadinya gangguan pada pernafasan mulai dari tingkat ringan seperti batuk pilek hingga berat.

BACA JUGA:

Jangan Disia-siakan! Pria dengan 5 Zodiak Ini Pantas Jadi Suami Idaman

“Dampak anak terpapar udara kotor sih asma dan ISPA (infeksi saluran pernafasan atas). Kalau berkelanjutan bisa parah terus-terusan nanti bisa menjadi pnemonia yaitu infeksi paru-paru sehingga anak bisa panas, dan sulit bernafas nah inilah harus periksa ke dokter. Alergi kulit juga bisa tapi lebih kecil,” tandasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini