nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Hoax HIV Ditularkan lewat Terompet, Catut Nama Dokter Boyke!

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 18:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 481 1991409 beredar-hoax-hiv-ditularkan-lewat-terompet-catut-nama-dokter-boyke-sb5PyoZGN0.jpg Ilustrasi Terompet Tahun Baru. (Foto: Okezone/Heru)

PESAN berantai hoax kembali beredar, kali ini soal HIV dapat ditularkan lewat terompet. Parahnya, dalam pesan berantai tersebut, nama Dokter Boyke dicatut.

Dalam pesan WhatsApp yang sudah beredar di masyarakat, disebutkan bahwa seseorang yang meniup terompet bakal ketularan HIV. Sebab, air liur dianggap dapat menyebarkan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Saat dikonfirmasi soal berita hoaks itu, Pakar Seksolog dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menegaskan bahwa kabar tersebut tidak valid. Masyarakat diminta hati-hati, jangan gampang percaya, sekaligus tidak ikut menyebarkan pesan hoaks tersebut.

Baca Juga: 5 Gaya Faye Nicole Jones yang Senang Pakai Baju Tanpa Lengan dan Hot Pants

"Pesan itu hoaks, saya tidak merasa membuat pernyataan itu. Orang lain juga jangan ikut menyebarkan," beber dr Boyke saat dikonfirmasi, Jumat (14/11/2018).

Dihubungi terpisah, dr Tirsa Verani Sp.OG dari RS Brawijaya Antasari mengatakan, HIV biasanya tersebar lewat hubungan seks tidak aman, serta penggunaan jarum suntik berganti-gantian dan narkoba. "Ada 3 dari 4 orang mudah terkena HIV di Indonesia. Biasanya disebabkan karena hubungan seksual yang tidak terproteksi," tegas dr Tirsa.

Dia menjelaskan, HIV biasanya ditularkan lewat darah, bukan dari air liur. Banyak orang salah paham dengan informasi penularan HIV yang tepat.

Penyakit HIV, menurut dr Tirsa, sebenarnya dapat dicegah. Setiap pasangan paling tidak main aman saat berhubungan seks. Pemakaian kondom sangatlah penting sebagai pencegahan HIV, jadi tak cuma sekedar mencegah kehamilan.

Baca Juga: Kecanduan Lagu Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol , Gadis Ini Langsung Kena Azab!

"Tahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Setia pada satu pasangan seksual. Lebih pentingnya main aman pakai kondom supaya meminimalisir risiko," tuturnya.

Data Kemenkes RI menyebutkan bahwa kejadian kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan hingga Juni 2018 sebanyak 301.959 orang. Soal pencegahan, hanya 49 persen perempuan dan 55 persen laki-laki di Indonesia yang memahami dengan tepat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini