nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik soal Keperawanan dan Selaput Dara Wanita

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 14 485 1991216 fakta-menarik-soal-keperawanan-dan-selaput-dara-wanita-CrIBs5TQD0.jpg Fakta Keperawanan Wanita (Foto: Telegraph)

VIRGINITAS atau yang lebih dikenal dengan keperawanan memang bukan menjadi suatu hal yang tabu di zaman ini. Banyak orang telah mengenal seks di usianya yang masih belia dan telah menjadi gaya hidup kaum milenial masa kini.

Alhasil keperawanan seorang wanita bukanlah suatu hal yang penting. Banyak dari mereka bersikap biasa saja terhadap pentingnya sebuah keperawanan. Mereka juga cuek apabila mengetahui dirinya sudah tidak perawan lagi.

Keperawanan sendiri sebenarnya bisa didefinisikan secara personal. Seorang wanita dinyatakan kehilangan keperawanannya ketika penis masuk ke dalam vagina (penetrasi) saat berhubungan seks.

Saat ini banyak wanita yang menganggap diri mereka perawan karena mereka tidak melakukan hubungan seks. Tetapi ada pula wanita yang belum mengotori vagina mereka dengan penis tetapi telah melakukan seks oral, seks anal, atau masturbasi.

Baca juga: Faye Nicole Jones Artis Seksi Paling Dicari di Google, Senyumnya Bikin Meleleh!

Namun, mereka tidak menganggap dirinya masih perawan akibat hal yang dilakukannya. Tentunya akan sangat sulit apabila mendefinisikan keperawanan hanya berdasarkan fenomena bertemunya penis dan vagina.

Namun, secara garis besar seorang wanita dinyatakan masih perawan apabila seorang wanita yang tidak memiliki pengalaman seksual apa pun. Tentu Anda akan bertanya bagaimana cara seseorang mendeteksi wanita masih perawan atau tidak!

Jelas! Anda tidak dapat menjudge seseorang dengan sembarangan. Keperawanan dapat diketahui dengan serangkaian pemeriksaan fisik. Beberapa orang mungkin mempertimbangkan untuk melakukan tes keperawanan pada calon pengantin mereka.

Tes keperawanan ini dilakukan untuk memeriksa apakah seseorang telah melakukan hubungan seks atau belum. Beberapa orang memiliki persepsi jika belum pernah berhubungan seks, maka seseorang akan terhindar dari Infeksi Menular Seksual (IMS).

Baca juga: 5 Zodiak Ini Gampang Banget Horny , Awas Kewalahan!

Namun, sebenarnya persepsi ini harus dipatahkan. Pasalnya, seorang perawan juga tidak menjamin bahwa mereka tidak mengalami IMS.

Kembali kepada topik pemeriksaan keperawananan. Tentu akan sulit untuk mendefinisikan sebuah keperawanan. Jika semua orang diwajibkan untuk melakukan tes keperawanan, maka itu seperti sebuah ancaman bagi seseorang yang trans maupun interseks.

Tes ini bisa menempatkan mereka pada risiko mempermalukan, hukuman ataupun pelecehan seksual.

Sebagaimana dilansir Telegraph, Jumat (14/12/2018), pemeriksaan keperawanan biasanya difokuskan pada tes selaput dara. Beberapa praktisi juga percaya jika selaput dara bisa rusak jika seseorang pernah berhubungan seks sebelumnya.

Pemeriksaan selaput dara, sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki selaput dara supaya beberapa wanita lebih tampak seperti perawan, terlepas dari apakah mereka pernah melakukan seks jenis apa pun sebelumnya.

Pembedahan genital reparatif setelah cedera, penyakit, trauma kelahiran, kekerasan seksual atau bagian dari penugasan gender adalah semua bentuk perawatan keperawanan yang sah. Namun, perbaikan selaput dara untuk membuat wanita tampak lebih seperti perawan bukanlah 'perawatan' etis atau efektif.

Saat ini selaput dara atau yang biasa disebut dengan hymen yang menentukan keperawanan seorang wanita, telah disalahpahami secara besar-besaran. Beberapa orang mungkin diajarkan pendidikan seks bahwa selaput yang menutupi vagina ini bisa rusak karena berolahraga, menunggang kuda, menggunakan tampon atau karena jari maupun penis yang mendorong ke dalamnya.

Selaput dara bukan penghalang atau penutup vagina yang perlu dipecahkan. So, mulai sekarang berhati-hatilah dalam bertindak dan jagalah selalu keperawanan Anda hingga menikah nantinya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini