nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Bangun Ketahanan Keluarga Melalui Peran Perempuan

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 09:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 16 196 1991931 pentingnya-bangun-ketahanan-keluarga-melalui-peran-perempuan-Evx5lJQoN8.jpg Menteri Yohana Yembise tekankan pentingnya ketahanan keluarga (Foto: Kemen PPPA)

Elemen suatu negara atau bangsa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Logikanya, jika banyak keluarga tidak bisa berjalan dengan baik, maka stabilitas negara tersebut pun bisa menjadi terancam.

Pentingnya membangun ketahanan keluarga untuk mewujudkan ketahanan bangsa yang mumpuni inilah yang sedang giat digaungkan oleh pemerintah pusat, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA). Salah satu upaya untuk memastikan kepedulian masyarakat akan pentingnya membangun ketahanan keluarga dengan menyertakan peran dari perempuan dan laki-laki di dalam sebuah keluarga ini bisa sampai ke masyarakat daerah, Kemen PPPA diketahui menghelat sebuah “Dialog Antar Generasi” di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dialog antar generasi yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 ini diketahui tidak hanya dengan pemerintah daerah setempat, namun juga pastinya melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kalangan pendidikan, tokoh adat, komunitas perempuan hingga tim advokasi Kalimantan Tengah.

Dalam dialog bersama elemen masyarakat Kalimantan Tengah dari berbagai latar belakang ini, Yohana Yambise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menerangkan soal tantangan yang dihadapi oleh kaum Hawa dalam mengupayakan ketahanan keluarga. Mulai dari soal ekonomi, pendidikan, hingga politik.

Menteri Yohana

“Banyaknya tantangan yang dihadapi oleh kaum perempuan, seperti ketimpangan capaian perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, keterwakilan politik dan pengambilan keputusan, serta tindakan diskriminasi, juga stigma negatif yang masih ada pada perempuan, merupakan sedikit dari berbagai tantangan yang masih kerap dihadapi oleh kaum perempuan saat ini,” ungkap Yohana saat ditemui Okezone, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

Tantangan-tantangan itulah yang diyakini menjadi faktor penyebab masih rendahnya kualitas dan capaian kaum perempuan dibandingkan laki-laki yang dapat mempengaruhi daya tahan dan kekuatan keluarga. Dalam merespon tantangan dimaksud, pada tahun 2016, Kemen PPPA sendiri telah mengeluarkan tiga program prioritas, yang dikenal dengan istilah Three Ends, atau Tiga Akhiri, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan yang terakhir akhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan.

Menteri Yohana

Selain program Three Ends, ada gerakan global (HeforShe) yang mana melibatkan kaum laki-laki dalam penyelesaian persoalan perempuan, termasuk persoalan kekerasan dan diskriminasi. Pelibatan laki-laki ke dalam persoalan yang dihadapi kaum perempuan harus merujuk pada penyelesaian persoalan secara menyeluruh. Ditambahkan Yohana, gerakan global ini juga dimaksudkan untuk bisa berefek panjang untuk negara, khususnya di bidang ekonomi dan sosial.

“Gerakan ini juga sebagai langkah nyata untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan sosial melalui ketahanan dalam berkeluarga,” tambah Yohana.

Senada dengan Menteri Yohana, Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa fokus soal membangun ketahanan keluarga merupakan salah satu upaya yang sedang dilakukan oleh Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat generasi mendatang salah satunya dengan program wajib belajar 12 tahun.

Fahrizal juga menyampaikan bahwasanya saat ini Provinsi Kalimantan Tengah tengah memberikan kesempatan dan peluang kepada perempuan untuk duduk menjadi pimpinan Perangkat Daerah. Sejauh ini, tercatat sudah ada kurang lebih 10 orang perempuan yang menjabat sebagai Kepala Dinas dan Kepala Badan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Terakhir, Yohana menegaskan ketahanan keluarga menjadi solusi nyata dan memegang peranan yang sangat penting dalam perihal mencetak generasi yang berkualitas serta mengedepankan perlindungan bagi perempuan. Menurutnya, keluarga yang punya daya tahan mumpuni sejatinya akan memberi kontribusi bisa terbentuknya elemen masyarakat yang berdaya tahan kuat.

“Keluarga yang memiliki daya tahan yang kuat, akan berkontribusi pada terbentuknya masyarakat yang berdaya tahan kuat. Jadi membuat bangsa dan negara juga kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik tantangan domestik maupun global yang terus berdatangan silih berganti,” tandas Yohana.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini