nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Pasangan Muda, Sering Tuding Suami Berujung Perceraian Dini

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 11:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 17 196 1992247 curhat-pasangan-muda-sering-tuding-suami-berujung-perceraian-dini-AoYyjJ6kUk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALING menghargai adalah kunci penting dalam membangun sebuah pernikahan. Masing-masing pasangan harus melakukan hal itu supaya tidak mengalami dampak buruk seperti perceraian.

Itulah pelajaran penting yang dipetik dari kisah pasangan TSP (31) dan IIT (26), setelah mereka memilih tidak melanjutkan biduk rumah tangganya alias bercerai.

Mulanya, pasangan berdarah Sulawesi itu menikah pada Januari 2011. Usia pernikahan yang mereka jalani kurang lebih 4 tahun lamanya. Selama itu, mereka dikaruniai dua anak. Anak pertama laki-lakinya lahir di tahun 2012, serta anak perempuan kedua lahir di tahun 2015.

Baca Juga: Selebgram Ini Berpose di Antara Ribuan Sampah di Pantai Bali, Fotonya Menyedihkan!

Selama masih menjadi suami-istri, rupanya banyak rintangan yang dihadapi. Berbagai masalah besar atau kecil ternyata mewarnai rumah tangganya.

"Sering sekali ada masalah kecil soal aktivitas di rumah saja. Misalnya ribut ketika melihat anak-anak terlambat dikasih makan atau mandi. Selain itu, sering ribut kalau di dapur berantakan dan pakaian menumpuk di atas mesin cuci," ungkap TSP kepada Okezone.

Namun, mereka memang menyimpan gunung es, karena sang istri dianggap tidak menghargai suami. Bahkan, menurut pengakuan TSP, dia kerap dituding berbuat buruk. "Suka menuduh-menuduh saya yang tidak-tidak. Bermain cewek lah dan lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Hadiri Ulang Tahun Anak Krisdayanti, Kahiyang Ayu Berbusana Army Cantik Banget

Karena sudah tidak tahan, TSP pun menganggap bahwa perempuan yang pernah berlabuh di hatinya itu tidak menghargai sosok suami. "Saya sudah terlalu banyak sabar dengan perlakuannya. Karena tidak menghargai suami, maka saya putuskan untuk ceraikan istri," ungkapnya.

Sebelum memutuskan untuk bercerai, TSP tentu berpikir panjang. Tapi akhirnya tekadnya sudah bulat, perceraian terjadi. "Saya pisah sejak 2015 akhir di saat anak kedua saya baru berumur 6 bulanan. Di situ pisah rumah dan kota, sampai 2016 kami sepakat untuk berpisah secara sah di pengadilan agama," ucapnya.

Usai perceraian terjadi, beruntung sekali hak asuh kedua anaknya jatuh di tangan TSP. Anak-anak tetap tumbuh dewasa dan tidak luput dari perhatian dari kedua orangtuanya. Meski TSP tinggal di Jakarta, begitupun dengan ibu dari anak-anaknya tinggal di Makassar.

"Anak-anak jatuh kepada saya setelah diputus pengadilan. Sekarang dirawat oleh neneknya di Majene, Sulawesi Barat. Saya di Jakarta," katanya.

Cerita singkat TSP tentang kedua buah hatinya kini sudah bersekolah. Anak jagoan pertama bersekolah TK dan yang kedua sekolah PAUD. Sebagai ayah, TSP merasakan bahwa anak-anaknya memang menerima dampak atas perceraian tersebut. Usianya terlalu dini untuk tinggal pisah dengan kedua orangtuanya.

Tapi apa boleh buat, anak kesayangannya itu harus ikut melewati rintangan tersebut. Meski begitu, buah hatinya tetap tak luput dari pengawasan kedua orangtuanya. "Komunikasi bersama sampai sekarang tetap terjalin. Jadi anak-anak tetap aman saja sekarang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini