nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernikahan Dini Berisiko Besar Alami Perceraian, Apa Sebabnya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 13:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 17 196 1992324 pernikahan-dini-berisiko-besar-alami-perceraian-apa-sebabnya-foNG1nFmpg.jpg Pernikahan dini berisiko besar alami perceraian (Foto: Yuridis)

Jika beberapa dekade lalu, Indonesia fokus dihadapkan pada isu-isu seperti keamanan, ketahanan pangan ataupun kemiskinan.

Sekarang seiring dengan berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi negeri ini pastinya semakin bertambah. Salah satu tantangan berat yang kini jadi banyak sorotan publik, ialah soal tingginya kasus pernikahan anak di Indonesia.

Mengapa isu soal pernikahan anak ini harus jadi perhatian semua elemen masyarakat? Sebab, memang kita tidak bisa menutup mata, dengan terjadinya pernikahan dini oleh anak-anak ini secara otomatis akan menghambat kemajuan generasi muda bangsa ini. Sebab, secara faktor fisik, ekonomi, dan juga mental anak-anak berusia relatif belia ini memang jauh dari kata siap.

Bayangkan, idealnya anak-anak muda ini harusnya tumbuh dewasa dengan melalui proses normal seperti semestinya. Lulus sekolah, melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja, mapan, dan seterusnya. Bukan malah sibuk mengurus rumah tangga, mengandung, melahirkan, mengurus anak dengan segala keterbatasan yang ada.

Bicara soal pernikahan anak usia usia dini, tahukah Anda bahwa provinsi Kalimantan Tengah menduduki peringkat nomor dua dengan catatan angka pernikahan anak tertinggi se-Indonesia atau dengan kata lain untuk lingkup nasional? Menduduki peringkat dua se-Indonesia tentunya bukan hal yang bisa dibanggakan oleh provinsi Kalimantan Tengah.

perceraian

Lalu sebetulnya, sudah adakah upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah provinsi Kalimantan Tengah mengenai isu serius ini? Rian Tangkudung, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perempuan Kalimantan Tengah menuturkan. pemerintah daerah Kalimantan Tengah sudah melakukan upaya untuk menekan tingginya angka pernikahan anak di Kalimantan Tengah. Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran penghapusan pernikahan di usia dini.

“Soal isu ini, di pertengahan tahun ini Bapak Gubernur sendiri langsung mengeluarkan surat edaran kepada Bupati dan Walikota, serta kepada semua pihak di Kalimantan Tengah. Isinya tentang mencegah dan menghapus terjadinya pernikahan di usia dini, jadi semua elemen masyarakat diminta bergerak sama-sama. Banyak yang terlibat, salah satunya yang aktif adalah Dewan Adat Dayak,” papar Rian saat ditemui Okezone, baru-baru ini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

perceraian

Sementara itu, ternyata angka pernikahan usia dini juga berkolerasi dengan tingginya angka perceraian dengan mengacu pada tingkat kesiapan yang masih rendah. Rian sendiri membenarkan, memang nyatanya peluang terjadinya perceraian di sebuah pernikahan yang dilakukan di usia dini itu lebih besar.

“Jelas erat hubungannya, perceraian di kalangan keluarga menikah dini memang tinggi bukan secara umum perceraian Kalimantan Tengah tinggi ya. Ini kalau yang pernikahan dini tingkat kemungkinan bercerainya lebih tinggi daripada yang normal. Sebabnya banyak hal, secara mental psikologi belum siap, apalagi dari segi fisik dan ekonomi serta banyak hal lainnya,” imbuhnya.

Terakhir, Rian menambahkan sejauh ini memang dengan mengeluarkan surat edaran dari Gubernur tersebutlah upaya giat pemerintah Kalimantan Tengah untuk mencegah dan menghapus pernikahan anak usia dini.

“Dengan adanya surat edaran ini, itu langkah positif. Kita terus bawa itu ke mana-mana. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Provinsi beberapa kali berhasil mencegah terjadinya pernikahan dini,” pungkas Rian.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini