nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompilasi Kasus Buang Sampah ke Laut yang Sempat Viral

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 406 1992342 kompilasi-kasus-buang-sampah-ke-laut-yang-sempat-viral-7B3wjDE7v9.jpg Penyelam asal Inggris, Rich Horner menyoroti sampah di laut Bali (Foto: Youtube)

PERMASALAHAN sampah plastik di laut tampaknya masih menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia dan dunia. Tak heran jika belakangan ini mulai santer terdengar kampanye-kampanye yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan benda berbahan plastik, seperti gerakan anti sedotan plastik yang kian gencar di Indonesia.

Bukan tanpa sebab, isu sampah plastik di laut dianggap sudah sangat mengkhawatirkan, terlebih jika bercermin dari kasus terdamparnya bangkai paus di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ironisnya, isi perut paus itu dipenuhi beragam sampah plastik yang beratnya mencapai 5,9 kg.

Kasus ini secara tidak langsung membuktikan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam menanggapi masalah sampah masih terbilang rendah. Okezone telah merangkum deretan kasus buang sampah ke laut yang sempat viral di media sosial. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Senin (17/12/2018).

 (Baca Juga:Selebgram Ini Berpose di Antara Ribuan Sampah di Pantai Bali, Fotonya Menyedihkan!)

Perairan Banda

Pertengahan November lalu, netizen Indonesia dikejutkan dengan kemunculan sebuah video viral di Twitter. Dalam video berdurasi 2 menit itu, seorang oknum yang diduga petugas kapal di kapal penumpang milik PT. Pelni tertangkap kamera sedang membuang sebongkah sampah plastik ke tengah laut. Setelah ditelusuri, kapal sedang melakukan perjalanan di Perairan Banda, Maluku.

Menanggapi hal tersebut, pihal Pelni mengaku telah melakukan proses investigas lebih lanjut, mengingat mereka telah menerapkan SOP yang sangat ketat bahwa seluruh petugas kapal dilarang keras membuang sampah ke laut.

 (Baca Juga:Dinikahi Opick, Begini Outfit Andalan Bebi Silvana, Cantik Banget!)

Kabupaten Donggala

 

(Foto: mozafemimoza/Twitter)

Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menanggapi isu sampah nampaknya masih terbilang rendah. Setelah perairan Banda, kini warga di Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah yang terciduk sedang membuang sampah ke laut. Kejadian tersebut sempat terekam kamera yang kemudian diunggah oleh akun twitter @mozafemimoza. Dalam video itu, seorang warga tampak sedang mengangkat drum berisi sampah dengan seorang temannya, dan secara perlahan membuangnya ke laut. Tidak ada yang berani menegur aksi dua warga itu, mengingat kawasan ini memang dikenal rawan aksi kriminal.

"Jika ada yang nanya kenapa cuma direkam? Karena kalau ditegur agak berbahaya, daerahnya memang rawan, pernah kejadian orang hampir dikeroyok setelah menegur warga sekitar untuk tidak membuang sampah di situ, jadi tindakan menegur seperti itu cukup berisiko," cuit @mozafemimoza.

"Kesadaran untuk tidak membuang sampah di laut ini, haruslah datang dari diri kita, tetapi juga ada peraturan daerah yang mengatur. Kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan laut agar tetap bersih juga penting. Sehingga bisa saling mengingatkan untuk sama-sama menjaga biota di laut," tambahnya.

Nusa Penida

 

Pasca bencana erupsi Gunung Agung yang berhasil menyita perhatian masyarakat internasional, beberapa waktu lalu, Pulau Dewata Bali kembali menjadi perbincangan hangat publik, setelah video yang diunggah oleh seorang traveler asal Inggris mendadak viral di media sosial.

Dalam video singkat yang diunggah oleh Rich Horner melalui akun YouTube-nya, terlihat jelas sampah plastik dan bungkus makanan berwarna kuning memenuhi perairan laut Bali yang selama ini dikenal akan keindahannya. Horner menemukan pemandangan mengejutkan tersebut saat sedang diving di kawasan Manta Point, Nusa Penida, Bali.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Rivers, Kceans, Lakes, and Ecology (ROLE) Foundation, selama ini Indonesia diketahui memproduksi sekitar 130 ribu ton sampah plastik setiap hari. Mereka berasumsi bahwa hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran penduduk serta tentang limbah dan daur ulang.

Pihak ROLE juga menuding pemerintah Indonesia belum memiliki sistem perencanaan yang baik untuk menanggapi isu sampah. Tak heran jika saat ini Indonesia menjadi pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah China.

Menanggapi isu tersebut, seorang penyelam asal Lampung, Arief Nugroho, mencoba membuktikan tudingan yang dilakukan oleh Rich Horner bahwa laut Nusa Penida dipenuhi sampah-sampah plastik.

Dalam sebuah video yang diunggahnya pada 9 Maret 2018, kondisi laut yang dikunjungi Horner ternyata menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dengan balutan warna air hijau tosca. Bahkan, Arief berhasil merekam sebuah momen menarik ketika seekor penyu tiba-tiba datang menghampirinya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini