nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Pemandangan yang Instagramable, 7 Pemakaman Ini Ramai Dikunjungi Wisatawan

Yosua Tobing, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 17:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 406 1992468 punya-pemandangan-yang-instagramable-7-pemakaman-ini-ramai-dikunjungi-wisatawan-dDK9XMun6L.jpg Pemakaman yang jadi tujuan wisata (Foto:Instagram)

PEMAKAMAN biasanya  menakutkan dan bukan pilihan yang tepat menjadi destinasi wisata. Bagi banyak orang, pemakaman identik dengan angker dan menyeramkan.

Namun, apakah Anda tahu pemakaman juga bisa jadi tempat destinasi wisata yang populer? Ini tak lain karena pemandangan di komplek pemakaman tersebut, atau bahkan jejeran makam-makam itu memiliki tampilan yang instagramable. Bisa jadi karena bentuknya sangat unik, bernilai sejarah atau bahkan indah. Jauh dari kesan angker dan menyeramkan.

Yuk intip situs wisata makam dari berbagai negara yang mungkin bisa jadi referensi liburan Anda. Okezone merangkumnya dalam delapan pemakaman jadi wisata populer, Senin (17/12/2018).

Jangan Gengsi Makan Jengkol, Jajal 5 Kuliner Kekinian dari Jengkol

1. Okunoin Cemetery, Jepang

Pemakaman pertama berasal dari Jepang. Okunoin adalah situs makam Kobo Daishi, pendiri Shingon Buddhism dan salah satu orang yang paling dihormati dalam sejarah agama Jepang. Pemakaman ini memiliki lebih dari 200.000 batu nisan. The Ichinohashi Bridge (jembatan pertama) menandai pintu masuk tradisional untuk Okunoin dan pengunjung harus tunduk menghormati Kobo Daishi sebelum menyeberanginya. Orang yang berkunjung berharap  menerima keselamatan dan banyak orang. Termasuk biksu terkemuka dan bangsawan feodal, memiliki batu nisan mereka yang didirikan di sini selama berabad-abad. Di dalam aula ada lebih dari 10.000 lentera dan di ruang bawah tanah aula ada 50.000 patung kecil.

2. Passiliran Kambira Tana Toraja, Indonesia

Berikut ini berasal dari Tanah Air, kuburan yang di khususkan untuk bayi ini berada di Kambira. Hanya bayi-bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra. Bayi-bayi tersebut dianggap masih suci. Kuburan bayi ini disebut Passiliran, Lokasi Pekuburan Bayi ini di Kambira. Pilihan Pohon Tarra karena pohon ini memiliki banyak getah dan dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Mereka menganggap seakan akan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya dan berharap bayi ini ke rahim ibunya akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian.

 

3. Green-Wood Cemetery, Amerika Serikat

Pemakaman yang satu ini berada di Greenwood Heights, Brooklyn, New York dan didirikan pada 1838. Green-wood diisi oleh orang-orang Amerika yang berpengaruh yang kontribusinya mengubah dunia dan individu-individu yang membawa sukacita bagi jutaan orang. Hanya beberapa orang yang terkubur di Green-wood, seperti beberapa penemu, Elias Howe (mesin jahit), Samuel FB Morse (telegraf dan kode Morse), Walter Hunt (peniti keselamatan), dan John Matthews (pencipta alat awal untuk minuman ringan karbonat). Gerbang utamanya yang artistik menjadi ciri khas bangunan kota pada tahun 1966. Banyak orang berbondong-bondong datang hanya untuk berpiknik di atas rumput dan melihat-lihat banyak batu nisan yang terpahat halus.

4. Merry Cemetery, Rumania

Walaupun kuburan umumnya menimbulkan kesan seram, kuburan yang satu ini justru mengundang tawa karena disetiap nisan terdapat tulisan-tulisan konyol. Merry Cemetery sendiri berada di desa Sapanta, Maramures, Rumania. Tempat ini terkenal dengan batu nisan warna-warni dengan lukisan-lukisan naif yang menggambarkan, dengan cara yang orisinil dan puitis, orang-orang yang terkubur di sana serta pemandangan dari kehidupan mereka. The Merry Cemetery menjadi museum terbuka dan objek wisata nasional. Koneksi dengan budaya Dasia lokal, sebuah budaya yang ajaran filosofisnya untuk keabadian jiwa dan keyakinan bahwa kematian adalah saat yang penuh dengan sukacita dan antisipasi untuk kehidupan yang lebih baik.

5. Makam Gantung Sagada, Filipina

 

Kuburan ini dikenal dengan nama hanging coffins (kuburan gantung) yang berlokasi di Lembah Echo, Sagada di pulau Luzon, Filipina. Kuburan gantung di sana merupakan tradisi dari Suku Igorot dan diperkirakan sudah dilakukan sejak 2.000 tahun lamanya, kuburan ini mirip dengan kuburan di Tana Toraja. Suku Igorot percaya bahwa roh dari orang-orang yang telah meninggal akan lebih cepat menuju surga dengan dimasukan ke dalam kuburan gantung. menurut Atlas Obscura orang-orang lanjut usia biasa mengukir peti mati mereka sendiri dari batang kayu, tapi jika mereka terlalu lemah atau sakit, keluarga mereka wajib mempersiapkan peti mati sebagai pengganti.

6. Catacombe dei Cappuccini, Italia

Katakombe ini menjadi rumah bagi tubuh mumi dan kerangka dari sekitar delapan ribu Palermitans yang meninggal antara abad ke-17 dan ke-19. Kekuasaan duniawi, gender, agama dan status profesional masih sangat berbeda, dengan laki-laki dan perempuan menempati koridor terpisah, dan bagian kelas satu disisihkan untuk perawan.

Kuburan ini berada di bawah tanah dan memiliki ribuan pengunjung setiap tahunnya. Salah satu mumi yang paling populer adalah Rosalia Lombardo karena salah satu mumi yang memiliki kondisi tubuh paling baik, seperti sedang tertidur, sehingga dijuluki sleeping beauty. Mumi ini adalah seorang gadis berumur dua tahun yang meninggal pada tahun 1920.

 Menebak Karakter Diri dari Urutan Membersihkan Bagian Tubuh saat Mandi

7. Museum Taman Prasasti, Indonesia

Terakhir, Museum Taman Prasasti adalah sebuah cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2 ha ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu. Kamu tak perlu merasa takut karena pemakaman di Jakarta Pusat ini tidak terkesan seram.

Kabarnya, yang tersisa di pemakaman ini hanyalah batu nisan, sementara semua jenazah telah dipindahkan ke tempat lain. Jika berkunjung ke kompleks pemakaman ini, Anda bisa melihat deretan nisan-nisan klasik yang bergaya Eropa, hingga Hindu-Jawa lengkap dengan puranya. Banyak orang yang berkunjung ke tempati ini untuk pemotretan atau syuting.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini