nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 1.400 Kasus HIV di Seluruh Lapas Indonesia, Ini Penanganan Pemerintah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 17:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 17 481 1992485 ada-1-400-kasus-hiv-di-seluruh-lapas-indonesia-ini-penanganan-pemerintah-MhEIn9Qlzq.jpg Penanganan pemerintah terhadap kasus HIV di lapas (Foto:Ilustrasi/Ist)

KASUS HIV di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, penderita HIV/AIDS tercatat ada 433 (84,2%) dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Bahkan, jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai Juni 2018 ada sebanyak 301.959 jiwa (47%) dari estimasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) 2018 sebanyak 640.443 jiwa. Dari data tersebut, paling banyak dari kelompok usia 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

 Dinikahi Opick, Begini Outfit Andalan Bebi Silvana, Cantik Banget!

Nah, secara spesifik kelompok warga binaan pemasyarakatan (WBP) juga terpantau banyak. Berdasar data yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI menjelaskan bahwa ada 1.400 kasus HIV di dalam lapas seluruh Indonesia.

Fakta ini tentunya berkaitan dengan penggunaan narkotika yang dilakukan para nara pidana sebelumnya. Ya, HIV bisa disebabkan oleh jarum suntik saat menggunakan narkotika. Tentunya ini menjadi tugas lain untuk bisa memastikan para napi juga mendapatkan hak kesehatan yang sama.

"Kami menyediakan 100% kebutuhan obat antiretroviral (ARV) untuk seluruh lapas. Jadi, penyediaannya disesuaikan dengan jumlah napi HIV positif (HIV+)," terang Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek saat ditemui Okezone di Lapas Cipinang IIA Narkotika, Jakarta Timur, Senin (17/12/2018).

Menteri Nila melanjutkan, pihaknya juga berharap bagi para napi atau masyarakat pada umumnya yang belum melakukan pengecekan HIV untuk mau memeriksakannya ke tenaga medis terdekat. Sebab, berdasar data yang dimiliki Kemenkes, belum semua orang mau untuk tes HIV dan ini yang membuat pihaknya belum bisa maksimal memberikan pelayanan pada pasien HIV.

 Selebgram Ini Berpose di Antara Ribuan Sampah di Pantai Bali, Fotonya Menyedihkan!

Perlu diketahui juga bahwa ARV menjadi hak para pasien HIV dan ketersediaannya sampai sekarang meski belum mencukupi, tapi setidaknya sudah bisa menekan angka paparan HIV yang semakin parah. Satu hal yang mesti diketahui, obat ARV itu gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengakses layanan obat ini!

"Total saat ini ada 896 layanan ARV, terdiri dari layanan yang dapat menginisiasi terapi ARV dan layanan satelit. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan terdekat sangat dibutuhkan agar ODHA tetap semangat dan jangan sampai putus obat," sambung Menteri Nila.

Dia juga menegaskan bahwa pentingnya obat ARV ini untuk tetap mempertahankan status HIV pasien agar tidak menjadi lebih buruk ke AIDS dan menghindarkan pasien dari penyakit lain Hepatitis, Tuberkulosis, dan penyakit infeksi menular seksual lainnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini