Tahi Lalat Bisa Jadi Pertanda Kanker Kulit, Ini Ciri-cirinya

Bagas Taruna , Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 18 481 1992837 tahi-lalat-bisa-jadi-pertanda-kanker-kulit-ini-ciri-cirinya-u5sVJ1cU4Y.jpg Tahi lalat bisa jadi tanda kanker kulit (Foto:Ist)

MUNGKIN Anda mempunyai tahi lalat pada salah satu bagian tubuh? Tahi lalat atau nevus pigmentosus ini sendiri merupakan tanda lahir yang tumbuh ketika pigmen kulit menyebar dalam bentuk kumpulan bintik hitam.

Pada orang dewasa bisa dijumpai sekitar 10 hingga 40 buah tahi lalat. Biasanya tahi lalat ini ada pada bagian atas tubuh atau bagian yang sering terkena matahari, jarang ditemui pada kulit kepala, payudara, serta bokong. Berbentuk oval serta tak lebih dari 5 milimeter, tahi lalat bisa berwarna merah muda, sawo matang, atau kecoklatan.

Namun, apakah Anda tahu ada tahi lalat yang memberikan sinyal bahwa tubuh terjangkit penyakit melanoma atau kanker kulit ganas? Mengutip dari Cancer pada Selasa, (18/12/2018), sebenarnya wujud tahi lalat biasa ini bisa berpotensi menjadi kanker, meskipun jarang ditemui pada umumnya. Meskipun demikian, Anda patut berkonsultasi ke ahli kulit jika ada 50 tahi lalat atau lebih muncul pada tubuh. Perhatikan juga bila warnanya berubah serta ukurannya berganti menjadi besar atau mengecil. Paling umumnya adalah ketika tahi lalat tersebut tampak kering dan kusam yang menimbulkan rasa sakit hingga berdarah.

(Baca Juga: Viral Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Rusia, Langsung Banjir Ucapan Selamat)

(Baca Juga: 10 Negara dengan Populasi Wanita Cantik Terbanyak di Dunia)

Anda harus bisa membedakan tahi lalat biasa dengan dysplatic nevi atau tahi lalat atipikal. Adalah versi lainnya yang ukurannya lebih besar dan penyebarannya lebih luas. Selain bagian tubuh atas, atipikal bisa muncul pada kulit kepala, payudara, serta bokong. Warnanya akan dominan dengan warna gelap seperti hitam atau coklat pekat. Kebanyakan orang hanya mempunyai beberapa saja, tapi ada kasus yang menemukan orang dengan 10 buah tahi lalat ini bahkan lebih.

Tahi lalat atipikal setara dengan tahi lalat biasa yang bisa berubah menjadi kanker, tetapi memang jarang ditemui. Tetapi, penelitian membeberkan bahwa orang dengan tahi lalat atipikal bisa lebih tinggi berpotensi terkena melanoma daripada yang tidak.

Yang patut Anda khawatirkan adalah melanoma. Adalah kanker kulit yang gejalanya terlihat dari pola seperti tahi lalat yang bermula dari melanosit lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak. Penyebabnya bisa karena keturunan, sinar UV dari matahari, atau kelainan hormon. Pada pria, biasa dijumpai di kepala, leher, atau punggung. Sedangkan pada wanita, biasa terdapat di punggung atau bagian kaki ke bawah.

Bentuknya bisa tidak sejajar, antara bagian kiri bisa berukuran kecil sedangkan yang kanan bisa lebih besar. Tepinya bisa kasar atau halus, tergantung kondisi. Warnanya berpadu antara merah, coklat, hitam, bahkan biru, putih, serta abu-abu. Ukurannya bisa lebih dari 6 milimeter. Parahnya, pola ini bisa berubah dalam hitungan minggu atau bulan.

Anda boleh berkunjung ke dokter bila masih was-was dengan tahi lalat pada tubuh. Pada umumnya, tahi lalat biasa dan atipikal bukan menjadi penunjuk bahwa ada kanker menggerogoti kulit Anda. Cobalah untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang lama agar terhindar dari melanoma.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini