nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Masalah Infertilitas dan Penyebabnya yang Jadi Persoalan Banyak Pasutri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 15:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 18 481 1992887 kenali-masalah-infertilitas-dan-penyebabnya-yang-jadi-persoalan-banyak-pasutri-SanULiqCUU.jpg Ilustrasi (Foto: Bestlife)

SETIAP pasangan suami istri berharap memperoleh momongan usai menikah. Ya, anak merupakan sebuah anugerah dari Tuhan dan semua orang pasti ingin memilikinya demi melanjutkan keturunan mereka menjadi generasi yang lebih besar.

Tentunya setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda beda. Ada orang yang sangat mudah memperoleh kehamilan, namun ada pula pasangan suami istri (pasutri) yang kesulitan dalam memperoleh momongan.

Alhasil mereka akan terus berharap dan berusaha hingga menunggu hasilnya selama bertahun-tahun lamanya. Nah, masalah seperti ini biasanya disebut dengan infertilitas. Dalam dunia kedokteran, infertilitas adalah hal yang sangat umum dan sering dibahas.

 (Baca Juga:Viral Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Inggris, Langsung Banjir Ucapan Selamat!)

Secara harfiah infertilitas adalah ketidakmampuan suatu pasangan di usia subur untuk mendapatkan kehamilan selama setahun menikah. Hal ini terjadi meskipun pasutri tersebut berhubungan seks secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.

 

Sebagaimana diketahui secara normal 85 persen wanita akan memperoleh kehamilan pada akhir tahun pertama pernikahan. Sementara 92 persen kehamilan diperoleh seorang wanita pada akhir tahun kedua. Namun, bukan berarti wanita tidak bisa memperoleh kehamilan dengan lebih cepat, 75 persen wanita diketahui mendapatkan kehamilan pada enam bulan pertama pernikahan.

Ada banyak hal yang memengaruhi seseorang untuk mendapatkan keturunanan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOO), dr. Beeleonie,BMedSc, SpOG(K), menjelaskan masalah fertilitas tidak bisa disalahkan kepada satu pihak saja. Pria dan wanita tentu memiliki tendensi ke arah infertilitas.

“Pria jelas bermasalah pada kualitas sperma. Sementara wanita memiliki masalah yang lebih kompleks seperti pematangan pada sel telur, tuba valupi, bentuk rahim yang benjol-benjol, adanya kista dalam indung telur dan masih banyak lainnya,” tegas dr. Beeleonie, saat dijumpai Okezone, Selasa (18/12/2018).

 (Baca Juga:10 Negara dengan Populasi Wanita Cantik Terbanyak di Dunia)

Dari sekian banyak permasalahan, dokter kandungan pun harus meneliti lebih jauh lagi masalah yang sebenarnya dialami oleh seorang pasien. Jika salah satunya adalah masalah kualitas sperma yang kurang bagus, maka dokter harus melakukan sampling untuk memeriksa kejanggalannya.

“Yang harus diperhatikan adalah berapa jumlah sel sperma per cc air mani. Selain itu bentuknya juga harus diamati, mereka harus memiliki kepala, badan dan ekor yang sempurna agar bisa bergerak cepat untuk membuahi,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dr. Beeleonie pun menegaskan bahwa pergerakan sperma pun wajib dilihat, apakah mereka bisa bergerak lurus hingga ke dalam rahim. Pemeriksaan lainnya adalah cek DNA untuk mengetahui berapa banyak sperma yang rusak, dan jangan sampai kerusakannya hingga 35 persen.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini